Mahasiswa ITS Raih Juara Dua Lomba Desain Kapal Internasional
Enam mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang tergabung dalam tim riset Hydromodelling dan Arkana berhasil meraih juara dua dalam ajang Dr James A Lisnyk Student Ship Design Competition 2026. Kompetisi tingkat internasional tersebut diselenggarakan oleh The Society of Naval Architects & Marine Engineers (SNAME) dari Amerika Serikat pada Maret hingga Juni 2026, seperti dilansir dari Detikcom pada Senin (24/8/2026).
Tim beranggotakan Faiz Yudistira Hidayat, Diarza Syafa, Najzwa Gita Purnama Putri, Emilda Safa'atus Sholihah, Hafizh Dzaky Firananda, dan Farizha Habibie tersebut berhasil merancang kapal inovatif yang dapat diimplementasikan pada operasi lepas pantai di Laut Natuna. Kapal yang dirancang memiliki spesifikasi panjang 90 meter, lebar 20 meter, tinggi 8 meter, sarat air 6,4 meter, kecepatan dinas 14 knot, serta kapasitas muatan hingga 3.600 metrik ton.
Dalam ajang tersebut, para peserta dituntut membuat rancangan yang dapat diuji ketepatan fungsinya secara aktual.
"Inovasi yang diusulkan juga harus bisa diterapkan pada desain kapal dan dibuktikan lewat perhitungan," jelas Staf Ahli Divisi Desain Tim Hydromodelling ITS Farizha Habibie.
Selama proses perancangan yang memakan waktu lima bulan sejak Februari hingga Juni 2026 menggunakan metode spiral design, setiap anggota membagi tugas secara spesifik. Faiz mengerjakan perodelan 3D, Diarza menangani analisis lambung kapal, Najzwa mengurus tata letak umum, permesinan, serta propulsi, Emilda mengurusi analisis latar belakang dan format, Farizha pada struktur dan konstruksi, serta Hafizh mengurusi sistem kelistrikan, HVAC, dan EEDI.
Keunggulan utama kapal buatan tim besutan dosen pembimbing Ir Rizky Chandra Ariesta ini terletak pada penggunaan inovasi bernama Flying Dutchman. Sistem ini mengintegrasikan mesin bahan bakar hibrida berbasis hidrogen yang dialirkan ke mesin dual-fuel untuk memutar generator listrik.
"Melalui integrasi hidrogen ini, kapal dapat beroperasi 12-20 hari di Natuna dan emisi karbon mendekati nol," ungkap Farizha.
Rancangan ini diharapkan tidak hanya berhenti di kompetisi, melainkan dapat diterapkan secara luas pada industri maritim skala internasional.
"Semoga tim kami nantinya mampu terus membawa nama Indonesia lebih harum lagi," tutupnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow