Mahkamah Agung Kolombia Hukum Penjara Dua Anggota Kongres Boyacá

Smallest Font
Largest Font

Mahkamah Agung Kolombia menjatuhkan hukuman penjara kepada dua anggota kongres asal Boyacá, Pedro José Suárez Vacca dan Ciro Alejandro Ramírez Cortés, pada Jumat (10/7). Keduanya terbukti bersalah atas tindak pidana korupsi dan pelanggaran hukum yang dilakukan sebelum menjabat di lembaga legislatif. Melansir dokumen pengadilan, Suárez Vacca yang merupakan perwakilan dari partai Pacto Histórico dihukum 68 bulan dan 24 hari penjara.

Ia terbukti melakukan prevarikasi yang memberatkan saat menjabat sebagai Hakim Pelaksana Hukuman Kelima di Tunja pada periode 2008 hingga 2009. Mantan hakim tersebut secara ilegal memberikan dan mempertahankan status tahanan rumah bagi seorang terpidana kasus perdagangan narkoba dan penculikan. Padahal, Undang-Undang Nomor 750 Tahun 2002 secara tegas melarang pemberian keringanan tersebut untuk pelaku tindak pidana penculikan.

Majelis hakim menolak pembelaan terdakwa yang menyalahkan tingginya beban kerja dan mendelegasikan tugas kepada staf. Pengadilan menegaskan bahwa keputusan tersebut bukanlah sebuah kebetulan, melainkan tindakan berlanjut yang disengaja.

"Tanggung jawab terdakwa didasarkan pada pengetahuan dan kemauan untuk menyimpang dari hukum saat mengeluarkan putusan yang dipersoalkan, tanpa perlu membuktikan adanya suap atau kompensasi ekonomi untuk memenuhi unsur subjektif dari tindak pidana tersebut," ujar Majelis Khusus Tingkat Pertama Mahkamah Agung Kolombia. Sebagai hukuman tambahan, Suárez Vacca didenda sebesar ekuivalen 100 upah minimum bulanan dan dicabut hak politiknya selama 110 bulan. Ia juga diwajibkan menerbitkan ringkasan putusan beserta permintaan maaf publik menggunakan dana pribadinya.

Sementara itu, mantan senator Ciro Alejandro Ramírez Cortés dijatuhi hukuman yang jauh lebih berat, yakni 279 bulan dan 8 hari penjara. Ia dinyatakan bersalah atas permufakatan jahat, penyuapan, dan konflik kepentingan dalam proyek pengadaan infrastruktur pemerintah. Mahkamah menyimpulkan bahwa Ramírez memimpin sebuah organisasi kriminal untuk mengarahkan kontrak perbaikan jalan raya. Tindakan ini dirancang secara khusus guna menguntungkan pihak-pihak yang telah mendanai kampanye politiknya.

Selain kurungan penjara, Ramírez dijatuhi denda lebih dari 22,34 miliar peso Kolombia dan dilarang memegang jabatan publik selama 280 bulan. Permohonan penangguhan hukuman dan tahanan rumah bagi kedua politikus tersebut telah ditolak secara resmi oleh pengadilan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed