Mantan Petinju Prichard Colon Meninggal Dunia pada Usia 33 Tahun

Smallest Font
Largest Font

Mantan petinju profesional Prichard Colon meninggal dunia pada usia 33 tahun pada Kamis, 13 Agustus 2026, setelah berjuang selama lebih dari satu dekade melawan cedera otak parah yang dialaminya dalam pertarungan tinju tahun 2015.

Kabar duka tersebut dikonfirmasi secara langsung oleh sang ayah melalui sebuah unggahan di media sosial Facebook. Pihak organisasi tinju dunia World Boxing Council (WBC) serta World Boxing Organization (WBO) turut menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas berpulangnya sang atlet.

"Selamat pagi, masyarakat sekalian. Saya menyesal harus mengabarkan kepergian putra saya, Prichard, dari dunia fana ini," tulis ayah petinju tersebut.

Colon yang lahir di Florida dan mewakili Puerto Riko mengalami pendarahan otak hebat akibat menerima pukulan ilegal secara berulang di bagian belakang kepala oleh lawannya, Terrel Williams, dalam pertarungan tahun 2015. Insiden tersebut menyebabkan Colon koma selama 221 hari, menjalani pembedahan hemicraniectomy darurat untuk mengurangi tekanan otak, hingga mengalami kerusakan saraf permanen.

Presiden WBO Gustavo Olivieri menyampaikan penghormatan resminya atas perjuangan hidup mantan atlet tersebut selama masa-masa sulit pascapertandingan.

"Dengan rasa duka yang mendalam, World Boxing Organization (WBO) menerima kabar meninggalnya Prichard Colon yang dibagikan hari ini oleh ayahnya melalui media sosial," kata Gustavo Olivieri, Presiden WBO.

Pihak organisasi menyatakan rasa belasungkawa yang paling dalam kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan.

"Atas nama organisasi kami dan seluruh keluarga besar WBO, saya menyampaikan belasungkawa yang paling dalam dan tulus kepada orang tua, keluarga, dan orang-orang tercintanya selama masa kehilangan yang tak ternilai ini," kata Gustavo Olivieri, Presiden WBO.

Perjuangan Colon pasca-cedera diakui telah memberikan inspirasi besar bagi komunitas tinju internasional.

"Kehidupan Prichard didefinisikan oleh keberanian, ketekunan, dan semangat juang yang luar biasa. Kisahnya melampaui ring tinju dan menyentuh hati komunitas tinju, yang berdiri bersamanya selama bertahun-tahun dengan rasa hormat, kekaguman, dan harapan," kata Gustavo Olivieri, Presiden WBO.

Organisasi olahraga tersebut menyatakan turut berduka cita bersama seluruh pihak yang mendukung sang atlet selama ini.

"Hari ini, WBO secara khidmat bergabung dengan keluarganya dan semua orang yang mendapat hak istimewa untuk mengenal, mendukung, dan mencintainya dalam meratapi kepergiannya," kata Gustavo Olivieri, Presiden WBO.

Doa dan dukungan moral terus dipanjatkan untuk kekuatan keluarga yang ditinggalkan.

"Kami memanjatkan doa untuk istirahat kekal Prichard dan memohon kepada Tuhan untuk memberikan kekuatan, kedamaian, dan penghiburan kepada keluarganya di masa kesedihan yang mendalam ini.... Beristirahatlah dalam damai, Prichard Colon. Kenangan tentangmu akan selamanya tinggal bersama kami," kata Gustavo Olivieri, Presiden WBO.

Lawan bertanding Colon pada duel fatal tahun 2015, Terrel Williams, sempat menyampaikan komentarnya usai pertarungan tragis tersebut.

"Saya berdoa untuk pemuda ini," kata Terrel Williams, Petinju.

Williams menegaskan fokus utamanya saat itu hanyalah keselamatan Colon.

"Tidak ada hal lain dalam pertarungan yang penting bagi saya saat ini," kata Terrel Williams, Petinju.

Tragedi yang menimpa Colon mendorong WBC menerapkan aturan pengetatan keselamatan, termasuk toleransi nol terhadap pukulan ke bagian belakang kepala atau rabbit punch. WBC juga menganugerahkan gelar Juara Dunia Kehormatan kepada Colon sebagai bentuk penghormatan atas semangat hidupnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed