Masjid Istiqlal Terbitkan Buku Mimbar Jumat Berisi Panduan Khutbah

Smallest Font
Largest Font

Badan Pengelola Masjid Istiqlal melalui Bidang Penyelenggara Peribadatan menerbitkan panduan khutbah Jumat mengenai makna tahun baru Hijriah dalam buku Mimbar Jumat Edisi 1223 Tahun XXV/2023 pada Jumat, 19 Juni 2026.

Panduan bertema "Spirit Hijrah dan Perubahan Menuju Masa Depan Lebih Baik" tersebut disusun oleh Direktur Madrasah Istiqlal Jakarta, Moch. Taufiqurrahman. Naskah ini menekankan pentingnya evaluasi diri bagi umat Islam di awal bulan Muharram 1448 Hijriah.

Dilansir dari detik.com, materi khutbah tersebut menjelaskan sejarah penetapan kalender Hijriah oleh Khalifah Umar bin Khattab yang merujuk pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah pada 2 Juli 622 Masehi atau 12 Rabiulawal. Momentum sejarah ini menandai transformasi posisi umat Islam dari fase Makkah yang penuh tekanan menuju fase Madinah yang membawa reformasi sosial serta kepemimpinan sosio-politik.

Naskah khutbah tersebut menyitir pandangan pakar leksikografi Al-Qur'an, Ragib Al-Isfahani, yang membagi pengertian hijrah ke dalam tiga aspek. Tiga aspek tersebut meliputi perpindahan fisik ke negeri yang aman, meninggalkan akhlak buruk dan dosa, serta menjauhi kemaksiatan dan hedonisme melalui pengendalian hawa nafsu.

"Dan dia (Ibrahim) berkata, "Sesungguhnya aku harus pergi (menghadap) kepada Tuhanku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku"" kata Moch. Taufiqurrahman, Direktur Madrasah Istiqlal Jakarta saat mengutip Al-Qur'an Surah as-Saffat ayat 99 dalam naskah khutbahnya.

Taufiqurrahman juga menyertakan kutipan ayat suci lain untuk menjelaskan konsep perpindahan menuju tempat yang diperintahkan oleh Allah SWT.

"Maka Luth membenarkan (kenabian Ibrahim). Dan dia (Ibrahim) berkata, "Sesungguhnya aku harus berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku; sungguh, Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana"" tulis Taufiqurrahman saat menyitir Surah al-Ankabut ayat 26.

Melalui teks tersebut, dijelaskan pula bahwa esensi hijrah senantiasa berkaitan erat dengan nilai keimanan dan perjuangan atau jihad.

"Orang yang berhijrah ialah orang yang meninggalkan segala yang dibenci Allah" cetus Taufiqurrahman dalam kutipan hadis riwayat Bukhari yang dimuat pada akhir ringkasan materi.

Penulisan teks khutbah Jumat ini diharapkan menjadi panduan bagi para khatib dalam menyampaikan refleksi kontekstual mengenai perubahan moral dan sosial masyarakat.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed