MUIS Dipangkas Durasi Khutbah Salat Jumat Akibat Asap Karhutla
Dewan Agama Islam Singapura (MUIS) mengambil langkah untuk mempersingkat durasi khutbah Salat Jumat mulai Senin (24/8/2026). Kebijakan ini diterapkan akibat paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta cuaca panas yang melanda wilayah tersebut, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.
Langkah tersebut diambil MUIS demi memberikan kenyamanan bagi para jemaah saat menjalankan ibadah di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Materi khutbah yang biasanya terdiri dari enam hingga tujuh halaman kini dipangkas menjadi di bawah empat halaman.
"Mulai pekan ini, sesi khutbah Jumat akan dipersingkat untuk membantu menjaga kenyamanan jemaah selama kondisi cuaca yang menantang ini," tulis pernyataan MUIS melalui media sosial.
Pihak otoritas keagamaan tersebut berharap penyesuaian durasi dapat mendukung kelancaran ibadah masyarakat di tengah situasi iklim yang kurang mendukung.
"Semoga langkah ini akan memudahkan para jemaah untuk berkumpul, beribadah, dan tetap merasa nyaman dalam kondisi cuaca yang menantang ini," lanjutnya.
Khutbah Jumat di Singapura disusun langsung oleh Kantor Mufti MUIS di bawah bimbingan mufti selaku otoritas Islam tertinggi. Pemangkasan durasi ini juga bertepatan dengan prediksi suhu harian maksimum yang mencapai 33-34 derajat Celsius pada paruh kedua Agustus 2026.
Selain penyesuaian ibadah, ancaman kabut asap dari karhutla turut membayangi agenda balap mobil F1 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang. Badan Meteorologi Singapura mencatat Indeks Standar Polutan (PSI) saat ini masih berada pada kategori moderat di rentang 51-100.
Pihak penyelenggara arena balap, Singapore GP, mengonfirmasi telah menyiapkan opsi mitigasi jika kondisi kualitas udara memburuk hingga memengaruhi jarak pandang maupun operasional kegiatan.
"Rencana tersebut dirumuskan dan disempurnakan bersama para pemangku kepentingan serta lembaga pemerintah. Jika kabut asap menimbulkan masalah visibilitas, kesehatan masyarakat atau operasional, Singapore GP akan bekerja sama dengan lembaga terkait sebelum mengambil keputusan bersama," jelas juru bicara Singapore GP.
Pemerintah Singapura bersama pihak terkait terus memantau perkembangan tren kualitas udara untuk mengantisipasi dampak lanjutan kabut asap terhadap kesehatan publik dan agenda nasional.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow