Max Verstappen Keluhkan Masalah Teknis Mobil Red Bull di Monza
Pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen, harus puas mengawali balapan Formula 1 Grand Prix Italia dari posisi yang tidak menguntungkan setelah mengalami kendala teknis pada komponen poros belakang mobil RB22 saat sesi kualifikasi di Sirkuit Monza pada Sabtu, 5 September 2026. Juara dunia empat kali tersebut finis kurang dari tiga persepuluh detik di belakang peraih pole position Pierre Gasly dan gagal mendapatkan dorongan slipstream di lintasan lurus. Permasalahan mekanis yang berulang sepanjang musim ini membuat kestabilan mobil terganggu saat melintasi kerb dan permukaan sirkuit yang bergelombang.
Masalah performa ini sudah dirasakan Verstappen sejak sesi latihan bebas terakhir. Melalui komunikasi radio tim, ia menyuarakan keluhannya terkait minimnya kecepatan mobil di trek lurus jika mengemudi tanpa bantuan slipstream dari mobil lain.
"Kawan, saya memiliki tenaga yang lebih kecil daripada Fiat Punto," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Ia menegaskan pentingnya memanfaatkan hambatan angin dari kendaraan di depannya demi menjaga tingkat kecepatan di sirkuit cepat seperti Monza. "Saya tidak bisa berbuat apa-apa, saya bahkan tidak bisa membalap dengan mereka," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Verstappen menjelaskan bahwa ketiadaan dorongan kecepatan sangat menghambat laju kendaraan secara signifikan di lintasan. "Ini hanya mengemudi dengan lambat jika sendirian," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Ia kembali menegaskan kebutuhan akan bantuan hambatan angin usai menyelesaikan satu putaran uji coba. "Saya butuh dorongan. Anda bisa melihat perbedaannya lagi, ini lambat," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing. Kurangnya daya dorong kian terasa mendalam ketika ia mencoba menempel ketat barisan pembalap di depannya.
"Saya tidak punya tenaga di putaran tersebut," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Verstappen menambahkan bahwa keterbatasan tenaga mobil membuatnya semakin sulit bersaing secara langsung di lintasan. "Saya bahkan tidak bisa mendekat," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing. Memasuki sesi kualifikasi, gangguan mekanis pada bagian belakang kendaraan langsung membatasi potensi maksimal dari jet darat yang dikemudikannya.
"Saya pikir FP3 sebenarnya cukup bagus bagi kami. Kami membuat langkah yang sangat baik semalam, tetapi sayangnya saat memasuki Kualifikasi pada lap pertama saya langsung mendapati masalah pada poros belakang, yang mana sudah sering kami alami sepanjang musim ini," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Masalah tersebut berdampak langsung pada kelincahan dan kendali mobil di titik-titik krusial Sirkuit Monza. "Ini terjadi pada fase yang berbeda di akhir pekan, sayangnya itu terjadi di Kualifikasi sehingga Anda lebih banyak berguncang, mobil tidak lagi bagus di atas kerb, benjolan, dan itu hanya mengorbankan performa di lintasan yang tentunya sangat ketat," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Terkait peluang merebut tempat di posisi tiga besar pada hari balapan, Verstappen menilai hal itu sangat bergantung pada perbaikan teknis. "Jika kami bisa memperbaikinya maka ya, saya pikir mobil akan berada di jendela yang lebih baik," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Meski demikian, ia tidak memberikan jaminan pasti mengenai hasil akhir yang bisa diraih timnya. "Apakah itu cukup untuk podium? Saya tidak tahu.
Kami ingin membalap dengan mobil yang 100%, itu akan menyenangkan," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing. Verstappen juga mengungkapkan kekecewaannya atas kerentanan fisik komponen mobil yang dinilainya terlalu rapuh sepanjang kompetisi musim ini.
"Kadang-kadang kita memiliki komponen pada mobil yang rusak atau macet," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Sensasi ketidakstabilan perangkat mekanis tersebut diakuinya telah dirasakan berulang kali di berbagai seri. "Saya merasakan hal itu lebih dari sekali musim ini," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing. Guncangan tajam di lintasan secara langsung memicu penurunan catatan waktu putaran yang cukup besar.
"Mobil tidak dapat menangani benjolan dengan baik lagi dan saya membalul di seluruh lintasan. Dengan itu, kami hanya kehilangan waktu putaran," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Penyebab utama dari masalah teknis kronis ini sejatinya telah lama diidentifikasi oleh sang pembalap bersama tim mekanik. "Kami telah mencari jawaban untuk waktu yang lama," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Ia menyebut koordinasi perbaikan berada penuh di tangan para insinyur tim. "Saya tahu kurang lebih di mana masalahnya berada, tetapi saya bukan insinyur yang bisa menyelesaikannya," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Pencarian solusi atas kendala kestabilan ini disebutnya telah berlangsung selama kurun waktu yang terbilang lama. "Saya sendiri telah mengerjakan hal ini selama bertahun-tahun, karena kami telah menderita masalah ini untuk waktu yang lama," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing. Sikap hati-hati terpaksa diambil saat mobil berada di luar jangkauan perebutan posisi papan atas guna menghindari risiko yang tidak perlu.
"Musim ini sudah ada beberapa kali saya sengaja menahan diri," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Ia menilai tidak ada alasan untuk memaksa kendaraan bekerja melampaui batas jika hanya memperebutkan posisi menengah. "Jika Anda bertarung untuk posisi ketujuh, saya tidak akan mengemudi seperti itu," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing. Ia pun membandingkan potensi bahaya hilangnya aerodinamika secara mendadak yang pernah ia alami sebelumnya.
"Jika Anda tiba-tiba kehilangan aerodinamika, itu sangat berbahaya," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Rentetan kegagalan teknis secara konstan memicu rasa pasrah di tengah jalurnya balapan musim ini. "Sesuatu terjadi setiap akhir pekan. Itu bahkan tidak mengejutkan saya lagi," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Situasi tersebut membuat fokus perburuannya terhadap gelar juara dunia kian meredup. "Saya tidak bertarung untuk gelar juara," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Ia menolak menyalahkan individu tertentu di dalam jajaran manajemen teknis Red Bull atas kemunduran performa tim. "Juga bukan masalah bahwa Anda bisa menyalahkan satu orang. Ini adalah tim yang sangat besar," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing. Perubahan fokus pengembangan mobil juga mulai dialihkan untuk persiapan regulasi kompetisi di masa mendatang.
"Akan ada hal lain," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Namun, ia memastikan pembaruan paket aerodinamika atau mesin yang tersisa tidak akan berjumlah signifikan. "Tetapi tidak banyak," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing. Mengenai rekor kemenangan beruntun di setiap musim yang dipertahankannya sejak 2016, Verstappen menegaskan komitmennya untuk tetap tampil maksimal.
"Saya tidak akan pernah mengatakan bahwa saya tidak akan memenangkan balapan tahun ini," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Setiap peluang kecil di lintasan akan dimaksimalkannya walau situasi saat ini tidak berpihak pada timnya. "Jika ada kesempatan, saya akan mengejarnya," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Ia menyadari probabilitas untuk meraih kemenangan di sisa musim berada di tingkat yang sangat kecil. "Dengan keadaan seperti sekarang, kesempatan itu tidak sangat besar," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Karakteristik Sirkuit Monza yang mengandalkan kecepatan tinggi diakui membuat mobil RB22 berada dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan. "Ini bakal sangat menyakitkan," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing. Ketidakefisienan desain kendaraan saat melibas trek lurus menjadi faktor utama penyebab lemahnya daya saing tim.
"Mobil-mobil ini tidak efisien untuk Monza, tetapi tidak ada gunanya tetap negatif. Memang begitulah adanya, dan saya telah menyiapkan diri secara mental untuk itu. Saya tahu akhir pekan ini akan berbeda dari apa yang biasa kita alami," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Manajemen penggunaan energi dinilai bakal menjadi kunci utama agar kendaraan tetap bertahan hingga garis finis. "Anda harus mengawasi berapa banyak energi yang Anda gunakan dan memastikan Anda tidak menekan sepanjang waktu," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing. Berupaya bangkit usai insiden di GP Belanda, Verstappen memilih untuk bersikap realistis menghadapi persaingan yang ada.
"Di lintasan yang tidak efisien, kami berjuang untuk memaksimalkan apa yang kami miliki, jadi saya tidak mengharapkan keajaiban apa pun di sini, dan ini akan menjadi akhir pekan yang menantang lagi," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Niatannya untuk tampil di ajang balap ketahanan Nurburgring 24 Hours pada 2027 mendatang juga masih bergantung pada penyesuaian jadwal balap F1. "Saya belum tahu karena kalender, tetapi tentu saja saya ingin membalap sebanyak mungkin balapan," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Sementara itu, rekan satu timnya, Liam Lawson, yang menggantikan posisi Isack Hadjar akibat cedera, terhenti di Kualifikasi 2 (Q2) dan menempati posisi ke-13 sebelum menerima hukuman penalti akibat pergantian komponen power unit. "Kami memiliki kecepatan yang cukup bagus kemarin dan kemudian hari ini, kami kehilangan beberapa performa. Secara umum, tujuannya adalah mencoba membantu Max di Q3 dan saya tidak pernah sampai di sana, jadi itu bukan apa yang kami rencanakan, tetapi saya pikir Kualifikasi kami agak terganggu," kata Liam Lawson, Pembalap Red Bull Racing.
Fokus utama Lawson sepanjang pekan di Monza dialihkan pada simulasi kecepatan balapan mengingat posisi startnya sudah dipastikan berada di baris belakang. "Akhir pekan secara umum hanya difokuskan pada balapan karena kami tahu kami mengambil penalti," kata Liam Lawson, Pembalap Red Bull Racing. Hambatan dari pembalap lain di tikungan pertama turut merusak rencana yang telah disusun oleh timnya.
"Ini tidak ideal, kami tidak memberi banyak fokus hanya pada kecepatan satu lap murni, tetapi di luar itu, terhalang di Tikungan 1 jelas tidak membantu," kata Liam Lawson, Pembalap Red Bull Racing.
Kurangnya kesempatan menjajal udara bersih tanpa halangan mobil lain di depannya berdampak pada ritme mengemudinya. "Saya menghabiskan seluruh Kualifikasi di udara bersih hingga lap terakhir itu juga, jadi saya bahkan belum pernah mengemudi di belakang mobil sebelumnya. Tidak ideal," kata Liam Lawson, Pembalap Red Bull Racing.
Hukuman penalti grid diberikan kepada Oscar Piastri dari McLaren akibat insiden pengereman yang menghalangi laju Lawson di tikungan pertama. Verstappen saat ini tertahan di peringkat keenam klasemen sementara pembalap F1 dengan raihan 112 poin, tertinggal 130 angka dari pemuncak klasemen Kimi Antonelli.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow