Lewis Hamilton dan George Russell Tanggapi Kontrak Baru Max Verstappen
Pembalap Ferrari Lewis Hamilton dan pembalap Mercedes George Russell memberikan tanggapan terkait perpanjangan kontrak jangka panjang Max Verstappen bersama Red Bull Racing hingga akhir musim 2030 menjelang gelaran F1 GP Belanda di Sirkuit Zandvoort pada Jumat (21/8/2026).
Keputusan Verstappen bertahan di tim yang berbasis di Milton Keynes tersebut sekaligus meredam berbagai spekulasi bursa transfer pembalap, termasuk rumor ketertarikan Mercedes untuk memboyong sang juara dunia empat kali.
George Russell menegaskan bahwa kepastian masa depan Verstappen tidak memengaruhi posisinya di Mercedes. Ia mengaku hubungannya dengan manajemen tim dan Prinsipal Tim Toto Wolff tetap berjalan sangat solid.
"Ini sudah sangat jelas antara kami dengan Mercedes bahwa kenyataannya kami bersama dalam beberapa tahun terakhir. Kursi saya tidak pernah dalam ancaman, dan saya merasa seratus persen aman dengan Toto dan tim dan oleh sebab itu saya sampai sekarang berlanjut," ujar Russell sebagaimana dilansir dari situs resmi Formula 1.
Russell menganggap wajar langkah Mercedes yang sempat menjajaki komunikasi dengan Verstappen. Menurut pembalap bernomor mobil 63 tersebut, hal itu merupakan bagian dari dinamika wajar dalam kompetisi balap profesional.
"Apa yang terjadi adalah sebuah hal yang wajar di olahraga. Pembalap bernegosiasi dengan tim yang lain, tim membuka pembicaraan dengan pembalap lain," tambah Russell.
Sementara itu, Lewis Hamilton memberikan respons santai saat dimintai pandangan mengenai kesepakatan baru sang rival di Red Bull Racing.
"Saya belum benar-benar memikirkannya, jadi, tidak. Tidak juga," kata Hamilton seperti dikutip dari Crash.
Ketika ditanya mengenai dampak kabar perpanjangan kontrak tersebut terhadap industri ajang Formula 1 secara keseluruhan, Hamilton memberikan jawaban singkat.
"Yah, saya tidak tahu, mungkin saja. Mengapa tidak?" lanjut Hamilton.
Hamilton kemudian menanggapi anggapan bahwa seorang pembalap harus meraih gelar juara bersama beberapa tim berbeda untuk membuktikan kapasitasnya sebagai pemenang sejati. Ia menilai Verstappen berada di lingkungan kerja yang tepat.
"Saya tidak punya pendapat khusus mengenai hal itu. Saya tidak tahu apakah itu membuat perbedaan yang sangat besar," ujar Hamilton.
Hamilton menambahkan bahwa konsistensi bersama satu tim bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan karier seorang pembalap.
"Menurut saya, dia berada di tim yang hebat. Dia sudah sangat lama bersama mereka, dan performa mereka terus meningkat dari waktu ke waktu. Jelas sekali, itu adalah tempat yang luar biasa untuk berada dan bekerja," tutur Hamilton.
Pembalap asal Inggris tersebut mengaitkan keputusan Verstappen dengan rekam jejak para pembalap lain di Formula 1 yang kerap berganti bendera tim.
"Jika melihat rekam jejak para pembalap yang sering berganti tim, ada yang melakukannya berkali-kali—hasilnya pun bisa jadi bagus atau justru buruk. Namun, tentu saja ada baiknya untuk tetap berada di tempat di mana Anda merasa nyaman; itu adalah pilihannya, dan itu bukan pilihan yang buruk," jelas Hamilton.
Di luar pembahasan mengenai Verstappen, Hamilton menegaskan fokus utamanya pekan ini adalah menaklukkan Sirkuit Zandvoort yang belum pernah ia menangi sebelum trek tersebut dihapus dari kalender F1 mulai 2027.
"Saya sudah menang di hampir semua sirkuit lain, tetapi saya rasa - atau saya tidak ingat - apakah saya pernah menang di sini sebelumnya, jadi saya tentu ingin mengubah hal itu. Motivasi saya sangat besar. Ini sirkuit yang luar biasa. Penontonnya pun hebat," ungkap Hamilton.
Hamilton menilai dukungan publik tuan rumah memberikan atmosfer luar biasa bagi balapan di Belanda tersebut.
"Sirkuit ini sangat istimewa, terutama bagi Max yang datang ke sini dan mendapat dukungan luar biasa sepanjang akhir pekan; mereka benar-benar menghidupkan suasana. Bisa dibilang, ini adalah sirkuit yang belum benar-benar berhasil saya taklukkan di Formula 1. Jadi, ini jelas merupakan hal yang ingin saya upayakan akhir pekan ini," tandas Hamilton.
Verstappen sendiri sebelumnya mengakui sempat mempertimbangkan untuk pensiun dari Formula 1 akibat frustrasi terhadap karakter regulasi mesin baru 2026, khususnya terkait tata kelola energi baterai saat balapan.
"Saya lebih dekat untuk pensiun daripada berganti tim," kata Verstappen sebagaimana dilansir dari BBC.
Verstappen mengungkapkan kekecewaannya muncul seusai seri GP Jepang saat ia merasa pengurusan energi listrik mengurangi kenikmatan berkendara di lintasan.
"Apakah ini layak? Atau apakah saya lebih menikmati berada di rumah bersama keluarga? Lebih sering bertemu teman-teman ketika Anda tidak menikmati olahraga yang Anda jalani?" ujar Verstappen.
Ia juga menceritakan sempat meminta manajemen tim untuk tidak membahas persoalan perpanjangan kontrak saat musim baru berjalan beberapa seri.
"Setelah beberapa balapan pertama, saya berkata kepada Laurent Mekies, kepala tim Red Bull, 'Jangan datang kepada saya dengan pertanyaan apa pun tentang masa depan.' Karena saya bahkan tidak tahu apakah saya ingin bertahan," tutur Verstappen.
Namun, setelah berdiskusi intensif dengan FIA dan pihak F1 mengenai perbaikan regulasi mesin di masa depan, Verstappen memutuskan untuk bertahan dan memperpanjang komitmennya bersama Red Bull Racing.
"Saya mencintai balapan. Saya melakukan banyak diskusi yang sangat baik dengan F1, tetapi juga dengan FIA. Saya pikir kami perlahan-lahan menuju sesuatu yang menjadi lebih baik dan lebih baik," ucap Verstappen.
Sikap optimis tersebut mendorongnya untuk menyesuaikan diri dengan regulasi teknis yang berlaku saat ini sambil membuka ruang bagi perkembangan mesin di masa mendatang.
"Saya juga beradaptasi dari sisi saya. Saya menerima situasi yang kita semua handapi dan hanya berusaha memaksimalkannya. Dengan tahun yang saya tandatangani ini, pintu juga kembali terbuka, mungkin ketika V8 berpotensi hadir, untuk melihatnya lagi," lanjut Verstappen.
Meski tidak sepenuhnya menyukai karakter mesin hybrid saat ini, Verstappen menegaskan gairahnya untuk tetap membalap di ajang jet darat tidak pernah padam.
"Secara pribadi, saya tidak senang dengan hal itu. Bisa dibilang, itu tidak fantastis. Namun, saya tetap mencintai balapan. Maksud saya, ini tetap mobil Formula 1," tegas Verstappen.
Faktor kenyamanan internal serta kebebasan yang diberikan Red Bull untuk mengikuti ajang balap di luar F1 menjadi pertimbangan utama Verstappen menyepakati kontrak baru hingga 2030.
"Saya pikir pertama-tama Anda harus merasa nyaman dengan tempat Anda berada. Red Bull juga mengizinkan saya melakukan beberapa hal di luar Formula 1. Jadi, itu merupakan nilai tambah yang besar. Anda tahu, semuanya, keseluruhan paket, yang sangat saya syukuri," beber Verstappen.
Verstappen menegaskan komitmen utamanya untuk terus membela Red Bull hingga akhir karier balap profesionalnya di Formula 1.
"Saya selalu mengatakan, dan saya mengatakan ini ketika Dietrich Mateschitz, mendiang pemilik bersama Red Bull masih hidup, tujuan dan target saya adalah mengakhiri karier di tim ini. Kami semakin dekat dengan itu. Tentu saja, masih ada banyak tahun ke depan, tetapi itu tetap menjadi target saya," tandas Verstappen.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow