Giorgia Meloni Kritik Birokrasi Uni Eropa di Sidang Confindustria
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni melontarkan kritik tajam terhadap Uni Eropa dalam majelis umum asosiasi pengusaha Confindustria di Roma pada Rabu, 27 Mei 2026.
Meloni menilai Brussel telah berubah menjadi raksasa birokrasi yang terlalu sibuk mengatur berbagai aspek kehidupan namun lemah dalam menghadapi tantangan global.
Kritik tersebut muncul di tengah perlambatan ekonomi, tekanan industri akibat kenaikan harga energi, dan persaingan ketat dari negara subsidator asing seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan India.
Sebelumnya, Ketua Umum Confindustria Emanuele Orsini menyuarakan kekhawatiran atas deindustrialisasi di Eropa yang menyebabkan hilangnya 250 ribu pekerjaan manufaktur sejak awal mandat komisi saat ini.
Orsini menyoroti tumpang tindih regulasi Eropa, di mana 10 paket legislatif baru diajukan antara November dan Desember 2025, serta 12 paket lainnya pada tahun 2026.
Selain itu, Orsini mendesak penangguhan segera Sistem Perdagangan Emisi Eropa (ETS) dan percepatan transisi kembali ke tenaga nuklir karena harga energi menjadi ancaman eksistensial bagi bisnis Italia.
Menanggapi keluhan para pelaku industri tersebut, Perdana Menteri Italia menyampaikan pidatonya di hadapan Presiden Sergio Mattarella dan para pemimpin industri.
"Jika Italia dikenal dunia sebagai rumah bagi keindahan, kualitas, dan karya terbaik, itu berkat perusahaan-perusahaan kita dan para pekerjanya," ujar Meloni, Perdana Menteri Italia.
Meloni kemudian melanjutkan serangannya terhadap arah kebijakan Uni Eropa yang dinilai menerapkan pendekatan ideologis dan teknokratis sehingga mengorbankan pertumbuhan ekonomi strategis.
"Eropa tak terbendung dalam memperbanyak aturan, tetapi picik ketika harus menyuarakan kepentingannya di panggung dunia," kata Meloni, Perdana Menteri Italia.
Ia mencontohkan bagaimana regulasi yang rumit membuat industri lokal tidak berdaya menghadapi serbuan produk impor yang disubsidi oleh negara-negara luar.
"Kita punya ribuan aturan, tapi tak punya suara yang cukup kuat untuk membela kepentingan kita di dunia," ujar Meloni, Perdana Menteri Italia.
Meloni menegaskan bahwa gerakan kritisnya bersama para pengusaha ini bertujuan untuk membangun kembali arah kebijakan Eropa, bukan untuk menghancurkannya.
"Kita mengatur cara orang memakai sendok, tapi diam saja ketika pabrik-pabrik kita tutup karena tak mampu bersaing dengan subsidi asing," tegas Meloni, Perdana Menteri Italia.
Meloni juga mengusulkan pembentukan lokasi konstruksi bersama dengan Confindustria guna mereformasi regulasi birokrasi yang rumit di tingkat nasional.
"Eropa seharusnya berbuat lebih sedikit dan berbuat lebih baik," kata Meloni, Perdana Menteri Italia.
Di sisi lain, Uni Eropa sebenarnya telah berupaya melakukan reformasi administrasi melalui program "Regulasi yang Lebih Baik", pembentukan Dewan Peninjau Regulasi, program REFIT, dan penerapan prinsip "Satu Masuk, Satu Keluar" untuk menekan inflasi prosedural.
Kendati demikian, para pelaku industri di Italia menganggap implementasi tersebut belum responsif terhadap realitas pasar.
"Kita tidak dibangun untuk mengatur dunia. Kita dibangun untuk mengubahnya," kata Meloni, Perdana Menteri Italia.
Saat ini pemerintah Italia dan Confindustria sedang menyelaraskan langkah untuk mendorong reformasi besar-besaran terhadap sistem tata kelola dan regulasi di Brussel.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow