Mengenal Gejala Gagal Ginjal Stadium 5 dan Indikasi Cuci Darah

Smallest Font
Largest Font

Kerusakan ginjal tingkat akhir atau penyakit ginjal kronis stadium 5 menandakan organ tersebut kehilangan hampir seluruh kemampuannya. Pada fase ini, fungsi ginjal yang tersisa berada di bawah 15 persen. Kondisi ini memicu penumpukan limbah berbahaya dalam tubuh akibat ketidakmampuan organ menyaring racun, menjaga keseimbangan cairan, serta mengatur tekanan darah secara optimal. Dilansir dari Detik Health, pengidap gagal ginjal pada tahap lanjut ini umumnya merasakan pusing berat dan sesak napas.

Berdasarkan data National Kidney Foundation dan Kidney Research UK, beberapa indikasi fisik menunjukkan kondisi kerusakan organ yang sangat serius.

Frekuensi buang air kecil menurun drastis atau berhenti sama sekali, sering kali disertai bercak darah pada urine. Penumpukan mineral seperti fosfor dalam aliran darah menyebabkan kulit terasa sangat gatal dan mengering.

Pembengkakan atau rasa kebal sering muncul pada area ekstremitas, meliputi lengan, kaki, pergelangan, hingga telapak kaki. Pasien kerap kehilangan nafsu makan, mengalami mual dan muntah, serta mengalami penurunan berat badan yang signifikan.

Aroma napas pengidap sering kali menyerupai amonia, bau urine, atau tercium amis. Gangguan tidur dialami hingga 80 persen pasien dialisis menurut data National Institutes of Health (NIH). Otot tubuh sering terasa pegal atau kram, baik pada siang maupun malam hari.

Penumpukan limbah dan penurunan sel darah merah memicu anemia. Kondisi ini membuat tubuh kekurangan oksigen, sehingga pasien mudah lelah, lemas, dan sulit berkonsentrasi.

Indikasi Kebutuhan Cuci Darah

Pasien penyakit ginjal kronis stadium 5 umumnya memerlukan tindakan cuci darah (dialisis) atau pertimbangan transplantasi ginjal. Picu utama tindakan dialisis adalah penumpukan cairan atau edema yang menggenangi paru-paru dan menyumbat saluran pernapasan saat obat-obatan tidak lagi efektif. Tindakan ini juga wajib dilakukan jika cairan memicu peradangan pada selaput pembungkus jantung atau perikarditis.

Penurunan berat badan secara drastis pada stadium akhir ini menjadi indikasi klinis bahwa tindakan dialisis harus segera dimulai.

Prosedur dialisis membantu membuang limbah tubuh, menjaga kadar mineral seperti kalium dan natrium, serta mengontrol tekanan darah. Meski demikian, prosedur ini tidak menyembuhkan penyakit secara total.

Penerapan Gaya Hidup Sehat

Pasien stadium akhir tetap disarankan menjaga sisa fungsi organ melalui olahraga ringan berizin dokter, seperti berjalan kaki singkat. Istirahat yang cukup sangat diperlukan agar kondisi fisik tetap terjaga dan terhindar dari kelelahan ekstrem.

Pengelolaan stres dapat dilakukan lewat meditasi, relaksasi, atau berkonsultasi dengan tenaga medis. Konsumsi garam harus dibatasi secara ketat untuk mencegah kenaikan tekanan darah yang memberatkan kerja organ.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed