Menperin Minta BUMN Bangun Kapabilitas Industri Nasional
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan agar Badan Usaha Milik Negara mengambil peran sebagai pembangun kapabilitas industri nasional dibanding sekadar pemilik aset dalam pembekalan P3MD Pegawai BUMN Batch 1 Tahun 2026 di Serpong, Tangerang, Rabu (19/8/2026).
Agus mengingatkan bahwa calon pimpinan perusahaan plat merah perlu peka dalam mengamati dinamika geopolitik, geoekonomi, serta perkembangan teknologi supaya operasional bisnis tetap dapat berjalan relevan.
"Ketika saudara kembali ke perusahaan masing-masing, ada pertanyaan fundamental yang harus dijawab. Apakah bisnis perusahaan kita hari ini masih akan relevan lima atau sepuluh tahun dari sekarang? Pertanyaan ini harus menjadi perhatian utama karena perubahan dunia berlangsung semakin cepat dan ketidakpastiannya semakin tinggi," kata Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita.
Penguatan daya saing manufaktur domestik di pasar internasional dinilai perlu bertumpu pada hilirisasi sumber daya alam. Di samping itu, ukuran aset maupun rekam jejak kejayaan masa lalu dianggap bukan jaminan entitas bisnis mampu bertahan di tengah disrupsi industri.
"Dalam dunia yang berubah cepat, ukuran bukanlah jaminan keamanan. Besarnya perusahaan bukan jaminan keamanan. Demikian pula, keberhasilan masa lalu bukanlah jaminan untuk relevansi masa depan. Keberhasilan masa lalu tidak otomatis menjamin relevansi perusahaan di masa depan," kata Agus Gumiwang Kartasasmita.
Berbagai ancaman disrupsi seperti kecerdasan buatan, pergerakan nilai tukar, transisi energi, hingga lonjakan harga energi disebut dapat berlanjut secara beruntun.
"Yang membuat tantangan semakin berat adalah risiko tersebut tidak datang satu per satu. Perusahaan dapat menghadapi pelemahan nilai tukar, kenaikan harga energi dan suku bunga, penurunan permintaan, gangguan rantai pasok, serangan siber, serta perubahan regulasi secara bersamaan. Inilah yang saya sebut sebagai risiko majemuk," kata Agus Gumiwang Kartasasmita.
Posisi BUMN di sektor-sektor krusial dinilai memberi pengaruh langsung terhadap arah perekonomian nasional.
"BUMN bukan sekadar entitas bisnis milik negara. Kualitas kepemimpinan BUMN tidak hanya menentukan masa depan perusahaan, tetapi juga dapat memengaruhi arah pembangunan ekonomi nasional," kata Agus Gumiwang Kartasasmita.
Proses industrialisasi tersebut mencakup penguasaan teknologi, pengolahan sumber daya, penguatan rantai pasok, pengembangan SDM, penciptaan merek, hingga penetrasi pasar global.
"Industrialisasi adalah proses membangun kemampuan bangsa, mulai dari kemampuan mengolah sumber daya, menguasai teknologi, mengembangkan sumber daya manusia, memperkuat rantai pasok, menciptakan merek, hingga menembus pasar global," kata Agus Gumiwang Kartasasmita.
Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32 persen pada triwulan II 2026 serta menyumbang 16,83 persen terhadap PDB nasional atau setara Rp1.102,88 triliun. Sektor ini merealisasikan investasi Rp199,48 triliun dan menyerap 19,99 juta tenaga kerja hingga Februari 2026, sementara nilai tambah manufaktur Indonesia pada 2025 menembus 275,61 miliar dolar AS yang menempatkannya di posisi ke-12 dunia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow