Mensesneg Prasetyo Hadi Membantah Isu Pencopotan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa

Smallest Font
Largest Font

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi meluruskan kabar miring yang menyebut Presiden Prabowo Subianto telah memberhentikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Kamis, 4 Juni 2026.

Isu pencopotan Bendahara Negara tersebut sempat marak beredar di media sosial Facebook dan X seiring merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Pemerintah kini lebih memilih untuk memperkuat jalinan koordinasi antarotoritas ekonomi demi menjaga stabilitas finansial nasional.

Langkah koordinatif ini akan melibatkan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

"Saya kira tadi sore juga sudah disampaikan oleh Beliau. Tidak ada, tidak ada rencana pergantian," kata Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.

Prasetyo Hadi juga menegaskan bahwa hingga saat ini agenda untuk membahas perombakan posisi menteri keuangan belum pernah dijadwalkan oleh Presiden.

Di sisi lain, Purbaya Yudhi Sadewa ikut merespons kabar miring yang beredar luas mengenai isu pengunduran diri dari jabatannya melalui pesan singkat.

"Tidak benar (isu pengunduran diri). Tidak hari ini (berikan pernyataan soal isu penguduran diri)," ucap Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Dalam konferensi pers APBN Kita di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 5 Juni 2026, Purbaya Yudhi Sadewa kembali memberikan penjelasan secara langsung.

"Saya sukanya maju. Jadi enggak itu (mundur). Gimana ya, saya enggak tahu gosip itu dari mana mulai timbul," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Purbaya Yudhi Sadewa menambahkan bahwa selebaran kertas putih anonim yang sempat menghebohkan publik tersebut sengaja memutarbalikkan fakta hasil rapat internal bersama Presiden.

"Saya tuh orangnya enggak suka mundur. Saya sukanya maju," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Ia menduga ada pihak tertentu yang sengaja mengembuskan rumor campuran tersebut dengan tujuan untuk memicu keguncangan di pasar keuangan.

"Enggak ada isu itu. Mungkin kurang beralasan. Saya juga baca tuh selebarannya kan yang kertas putih itu.

Sebagian informasinya betul, tapi sebagian juga salah. Jadi orang pintar memang twist informasi di situ, jadi kelihatannya betul," ujarnya Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa dirinya akan tetap setia menjalankan seluruh tugas kenegaraan sesuai dengan instruksi pimpinan tertinggi.

"Karena di setiap kertas yang kalimat di situ, saya ikut rapatnya dengan Bapak Presiden, tapi sebagian di-twist. Tapi seru lah. Buat guncang-guncang pasar kali," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Menteri Keuangan memastikan bahwa komitmen kerjanya di dalam Kabinet Merah Putih masih berjalan sangat kuat.

"Enggak (mundur). Kita ikut perintah Bapak Presiden terus. Jadi komitmennya kuat, maju terus," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Purbaya Yudhi Sadewa juga sempat mengirimkan konfirmasi singkat pada Kamis, 4 Juni 2026, guna menepis isu pemindahan tugasnya menjadi Gubernur Bank Indonesia.

"Tidak," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Berdasarkan laporan Kompas.com, rumor pergantian ini juga mencuatkan nama mantan Menteri Keuangan era SBY, Chatib Basri, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebagai kandidat pengganti.

Chatib Basri sendiri merupakan ekonom senior kelahiran Jakarta yang saat ini aktif menjabat sebagai anggota Dewan Ekonomi Nasional sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada tahun 2024.

Data pasar Bloomberg menunjukkan mata uang rupiah dibuka melemah pada level Rp18.017 per dolar AS pada hari Jumat, 5 Juni 2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed