Menteri Pertanian Beri Rp150 Juta ke 34 Hafiz Baru Unismuh Makassar
Menteri Pertanian RI Dr Ir H Andi Amran Sulaiman MP memberikan kejutan berupa bantuan uang sebesar Rp150 juta kepada 34 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar yang hafal 30 juz Al-Qur'an pada Sabtu, 12 September 2026.
Kejadian itu berlangsung saat acara Ta'aruf Mahasiswa Baru Unismuh Makassar di Balai Sidang Muktamar Ke-47. Dari sekitar 3.500 mahasiswa baru reguler, 34 di antaranya merupakan penghafal Al-Qur'an 30 juz yang berasal dari berbagai program studi.
Para hafiz dan hafizah tersebar di berbagai bidang studi, termasuk Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Dokter, Kedokteran Gigi, Keperawatan, Kebidanan, Psikologi, Arsitektur, Hukum Bisnis, dan lainnya, menunjukkan keberagaman latar belakang akademik mereka.
Dalam orasi ilmiah di depan mahasiswa baru, Amran bertanya kepada peserta apakah ada yang hafal 30 juz dan meminta mereka berdiri. Setelah itu, ia langsung mengumumkan bantuan Rp150 juta yang dibagikan rata kepada para hafiz tersebut.
"Bagi semua yang berdiri, Rp150 juta, itu dari saya. Bagi rata saja," ujar Amran, yang disambut tepuk tangan meriah dari para mahasiswa.
Amran juga mengajak perguruan tinggi untuk berkolaborasi dalam mengembangkan komoditas pertanian dengan pola modern, serta mendorong mahasiswa agar menjadi generasi produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja melalui sektor pertanian.
"Kami sudah menyiapkan lahan dan bibit kakao, jambu mente, dan jagung yang akan diberikan secara gratis untuk pengembangan komoditas tersebut," kata Amran.
Dia mengajak Rektor Unismuh Makassar Prof Dr Ir Abd Rakhim Nanda ST MT IPU untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam pengelolaan lahan dan pendanaan yang disediakan.
Di sisi lain, kampus Unismuh Makassar membantah keterkaitan dengan spanduk bertuliskan "TOLAK KEDATANGAN MENTAN PERUSAK LINGKUNGAN" yang terpampang di depan gerbang kampus pada hari yang sama. Kepala Humas Unismuh Dr Hadisaputra menyatakan spanduk tersebut bukan pernyataan resmi dan tidak merepresentasikan sikap sivitas akademika kampus.
"Pihak yang memasang spanduk tersebut tidak dikenal dan identitasnya tidak diketahui, sehingga tidak ada dasar untuk menyimpulkan bahwa pemasang spanduk adalah bagian dari warga Unismuh Makassar," ujar Hadisaputra.
Meski ada spanduk tersebut, suasana di dalam kampus saat kehadiran Amran sangat antusias dengan sambutan hangat dari mahasiswa dan civitas akademika.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow