Menteri ESDM Ingatkan Orang Kaya Jangan Pakai BBM Pertalite Subsidi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengingatkan agar kalangan mampu tidak menggunakan BBM Pertalite yang disubsidi pemerintah. Hal ini untuk memastikan penyaluran subsidi BBM lebih tepat sasaran dan tidak mengurangi hak rakyat yang membutuhkan, dilansir dari Detik Oto.
Penggunaan Pertalite saat ini dibatasi dengan kuota maksimal 50 liter per hari per kendaraan dan harus mendaftar melalui laman resmi untuk mendapatkan QR code. Namun, mekanisme pembatasan ini masih dalam tahap kajian dan belum ada keputusan resmi lebih lanjut.
Bahlil menegaskan bahwa subsidi BBM seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak, bukan untuk kalangan yang sudah mampu secara ekonomi.
"Masa kita mau pakai subsidi? Ya sudahlah, yang kaya-kaya, yang sudah mampu itu jangan ngambil hak rakyat lah, kira-kira begitu. Subsidi itu ya untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya," ujar Bahlil.
Beberapa kendaraan mewah seperti Toyota Alphard masih tercatat menggunakan Pertalite, padahal berdasarkan spesifikasi, mobil tersebut tidak sesuai menggunakan BBM dengan RON 90 itu. Hal ini menjadi perhatian karena harga mobil tersebut sangat tinggi dan masuk golongan kendaraan mewah.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pembatasan penggunaan BBM subsidi seperti Pertalite kemungkinan akan dilakukan untuk masyarakat di desil 9 dan 10, yaitu kelompok 20 persen terbawah dari segi kesejahteraan keluarga menurut data sosial ekonomi nasional.
"Jadi tadi kita bahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas, mungkin yang desil 9-10. Supaya nanti, bukan sekarang ya, beberapa bulan kemudian kita bisa kurangi secara bertahap," ujar Purbaya usai rapat koordinasi dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) mengelompokkan keluarga ke dalam 10 desil berdasarkan variabel sosial ekonomi seperti pekerjaan, pendidikan, kondisi rumah, dan kepemilikan aset. Desil 9 dan 10 merupakan kelompok 20 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan tertinggi di Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow