Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik Hingga Akhir 2026
PT Pertamina Patra Niaga dan Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Biosolar tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026. Kebijakan penahanan harga energi ini diambil demi menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di tengah melonjaknya harga minyak mentah dunia yang telah menembus angka lebih dari 100 dolar AS per barel, sebagaimana dilansir dari Detik Oto.
Kepastian tersebut tetap dipertahankan meskipun parameter pembentuk harga BBM, seperti pergerakan harga minyak mentah internasional dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, terus mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Saat ini, Pertalite masih dipasarkan sebesar Rp 10.000 per liter dan Biosolar subsidi Rp 6.800 per liter.
Langkah penyesuaian harga BBM subsidi sepenuhnya mengikuti keputusan resmi dari Pemerintah.
"Pertamina Patra Niaga mengikuti kebijakan Pemerintah dalam penetapan harga BBM. Meskipun terdapat fluktuasi pada sejumlah parameter pembentuk harga, seperti harga minyak dunia dan nilai tukar, untuk BBM subsidi sesuai arahan Pemerintah tidak ada kenaikan harga hingga akhir 2026. Sementara untuk JBU, harga mengikuti formula yang telah ditetapkan Pemerintah," ujar VP Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, dalam keterangan tertulis.
Berbeda dengan BBM subsidi, harga BBM Jenis BBM Umum (JBU) atau non-subsidi tetap fluktuatif mengikuti formula acuan Pemerintah. Lonjakan harga minyak mentah yang bertahan tinggi berpotensi mendorong kenaikan harga BBM non-subsidi di pasar domestik.
"Karena kalau tidak kondisi ini akan berdampak seperti sekarang, harga Pertamax dan lain-lain itu akan berkisar antara di angka Rp 18-20 ribuan, karena belum ada indikasi terjadi penurunan harga minyak dunia," kata Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto.
Pergerakan harga Pertamax di kawasan Jabodetabek sempat mencatatkan nilai tertinggi sebesar Rp 16.250 per liter pada tahun ini. Angka tersebut kemudian mengalami penurunan menjadi Rp 15.950 per liter pada bulan Agustus dan bertahan pada level yang sama hingga bulan September.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow