Menteri ESDM Tindaklanjuti Kesepakatan Energi dengan Rusia untuk Ketahanan Nasional

Smallest Font
Largest Font

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk menindaklanjuti kesepakatan energi yang dijalin saat kunjungan di Vladivostok, Rusia pada September 2026.

Kesepakatan tersebut diarahkan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia, tidak sekadar komitmen semata. Bahlil menyatakan kerja sama ini harus memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan produktivitas migas, pembangunan infrastruktur, dan pengembangan teknologi energi masa depan.

Bahlil menegaskan, "Arahan Bapak Presiden sangat jelas. Kerja sama energi dengan Rusia harus memperkuat ketahanan energi nasional, baik melalui peningkatan produktivitas migas, pembangunan infrastruktur energi, maupun pengembangan teknologi energi masa depan."

Dalam forum Eastern Economic Forum, Presiden Prabowo menekankan pentingnya menempatkan ketahanan energi dan hilirisasi sumber daya alam sebagai bagian dari pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Bahlil menjelaskan, "Prabowo juga menegaskan kemitraan Indonesia dan Rusia perlu bergerak lebih jauh dari sekadar pertukaran barang. Rusia memiliki kekuatan pada sumber daya energi, ilmu pengetahuan, dan rekayasa maju, sementara Indonesia memiliki pasar domestik yang besar sekaligus menjadi pintu masuk menuju kawasan ASEAN."

Potensi kolaborasi ini membuka peluang di berbagai rantai kegiatan energi, termasuk minyak dan gas bumi. Presiden menyambut kerja sama yang dapat meningkatkan produktivitas eksplorasi, produksi, dan pengolahan minyak dan gas.

Selain sektor migas, pemerintah membuka ruang kerja sama pada pengembangan energi masa depan dengan dukungan teknologi dan investasi Rusia pada energi terbarukan, modernisasi jaringan kelistrikan, serta pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai.

Bahlil menegaskan kerja sama harus memiliki tindak lanjut konkret agar memberikan manfaat bagi industri nasional dan masyarakat.

"Kerja sama ini tidak boleh berhenti pada komitmen. Tindak lanjutnya harus konkret, terukur, menghadirkan investasi dan transfer teknologi, serta memberikan nilai tambah bagi industri nasional dan manfaat bagi masyarakat," tegas Bahlil.

Kementerian ESDM akan mengawal kerja sama Indonesia-Rusia agar menjadi program dan investasi yang mendukung ketahanan pasokan, peningkatan produksi energi dalam negeri, penguasaan teknologi, serta kemandirian energi nasional, dilansir dari Detik Finance.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed