Serangan Houthi Ganggu Pasokan Minyak Arab Saudi dan Dunia

Smallest Font
Largest Font

Serangan kelompok militan Houthi di wilayah selatan Arab Saudi dan serangan terhadap kapal di Selat Hormuz telah mengganggu pasokan minyak global, memicu kekhawatiran dan lonjakan harga minyak dunia pada awal pekan ini, kata para pedagang dan sumber resmi, Senin (14/9/2026).

Insiden tersebut termasuk serangan pesawat nirawak yang melumpuhkan jalur pipa minyak East-West sepanjang 1.200 kilometer di Arab Saudi, jalur utama pengiriman minyak yang menghindari Selat Hormuz. Selain itu, kapal yang melintasi Selat Hormuz mengalami serangan proyektil yang memaksa evakuasi awak kapal, dengan satu orang tewas dan empat terluka pada kapal komersial Iran.

Harga minyak Brent melonjak ke level US$107 per barel dan West Texas Intermediate (WTI) mencapai US$102,87 per barel, kenaikan signifikan sejak Juli, menurut CNBC Indonesia dan Detik Finance.

Rekaman media pemerintah Arab Saudi menunjukkan kerusakan pada rumah dan masjid di Provinsi Jazan akibat serangan lintas batas yang diduga dilakukan Houthi. Kelompok Houthi juga mengklaim berhasil menyerang pangkalan militer Saudi di provinsi tetangga dan merebut Pulau Perim di Selat Bab el-Mandeb, yang mengendalikan akses keluar-masuk Laut Merah.

Jalur pipa East-West memiliki kapasitas hingga 7 juta barel minyak per hari dan menjadi jalur vital pengiriman minyak dari Timur Tengah ke pasar global di tengah ketegangan di Selat Hormuz. Sumber dari Reuters menyebutkan Arab Saudi memiliki persediaan minyak di pelabuhan Yanbu cukup untuk ekspor selama lima sampai tujuh hari jika pipa belum beroperasi.

CEO Saudi Aramco, Amin Nasser, menyatakan pipa tersebut penting untuk menjaga stabilitas pasar minyak lebih dari pelepasan cadangan minyak strategis AS.

Dalam perkembangan diplomatik, pertemuan Iran dengan negara-negara Teluk di Oman yang dijadwalkan membahas Selat Hormuz ditunda demi mencapai konsensus bersama, menurut Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi. Iran berkoordinasi menentukan jadwal baru pertemuan tersebut.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, melaporkan Arab Saudi meluncurkan 58 serangan balasan dalam 24 jam terakhir setelah Houthi menyerang pangkalan militer Saudi. Serangan ini menimbulkan lebih dari 70 orang terluka dan kerusakan fasilitas sipil di wilayah Saudi.

Houthi juga menguasai pelabuhan Mokha dan memblokade laut terhadap Arab Saudi sejak Juli, memperkuat posisinya di Laut Merah dan jalur ekspor minyak melalui Bab el-Mandeb yang vital bagi Saudi.

Konflik antara Houthi dan koalisi pimpinan Saudi di Yaman telah berlangsung lebih dari satu dekade, dengan eskalasi terbaru terjadi setelah gencatan senjata 2022 runtuh dan serangan bandara di Sanaa Juli lalu, menyebabkan ribuan pengungsi menurut PBB.

Liga Muslim Dunia melalui Sekjen Mohammed Al-Issa mengecam serangan Houthi yang menargetkan wilayah sipil di Arab Saudi, menyebutnya pelanggaran terhadap hukum kemanusiaan internasional dan menegaskan solidaritas terhadap Saudi dalam melindungi keamanan warganya.

Presiden AS Donald Trump mengaku berbicara dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman yang meminta dukungan militer, namun bantuan AS terbatas pada intelijen. Trump juga menyatakan Houthi meminta AS tidak ikut campur dalam konflik Yaman.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed