Arab Saudi Tutup East-West Pipeline Setelah Serangan Drone dari Irak

Smallest Font
Largest Font

Arab Saudi menutup East-West Pipeline yang penting untuk pengiriman minyak setelah serangan drone dari Irak merusak pipa tersebut, memicu kenaikan harga minyak dunia dan penundaan pertemuan diplomatik di kawasan Teluk, dilansir dari Detik Finance.

Pada perdagangan Minggu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 2,8% menjadi US$ 102,87 per barel, sementara harga minyak Brent meningkat 3,1% ke US$ 107,87 per barel.

East-West Pipeline memiliki kapasitas hingga 7 juta barel per hari dan menghubungkan kawasan penghasil minyak di dekat Teluk Persia dengan terminal ekspor di Laut Merah. Jalur ini menjadi vital saat perang Iran mengganggu pasokan minyak di kawasan.

Penutupan pipa ini terjadi setelah serangan drone dari Irak pada Kamis yang merusak fasilitas tersebut. Hingga kini, pemerintah Arab Saudi belum mengungkap tingkat kerusakan maupun durasi penutupan pipa.

Akibat insiden ini, pertemuan Iran dengan negara-negara Arab Teluk di Oman yang dijadwalkan Senin untuk membahas situasi di Selat Hormuz ditunda.

"Demi mencapai kesepakatan bersama, pertemuan regional yang dijadwalkan besok di Salalah telah ditunda. Kami tetap berkomitmen mendorong dialog yang mendukung stabilitas dan kerja sama jangka panjang di kawasan," ujar Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi, Minggu.

Kondisi keamanan di Selat Hormuz juga belum membaik. Sebuah kapal tanker mengalami serangan dan kebakaran hebat pada Minggu, menurut laporan United Kingdom Maritime Trade Operations Center.

CEO Saudi Aramco Amin Nasser pernah menyatakan bahwa East-West Pipeline lebih berperan dalam menjaga stabilitas pasar minyak dibandingkan pelepasan cadangan minyak strategis yang dipimpin Amerika Serikat.

Tekanan terhadap Arab Saudi juga datang dari kelompok bersenjata yang bersekutu dengan Iran. Kelompok Houthi di Yaman menyerang fasilitas energi dan aset sipil di Saudi pada awal pekan lalu, menyebabkan lebih dari 70 orang terluka menurut laporan media pemerintah Saudi.

Houthi juga menguasai Pulau Perim di Selat Bab el-Mandeb setelah sebelumnya merebut kota pelabuhan Mokha di pesisir barat Yaman, memperkuat posisi mereka untuk mengganggu lalu lintas minyak melalui jalur tersebut. Sebelumnya, mereka mengumumkan embargo maritim terhadap Arab Saudi pada Juli.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed