Menteri Keuangan Bangun Kepercayaan Pasar di Tengah Tantangan Ekonomi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berupaya membangun kepercayaan pasar terhadap kondisi makroekonomi Indonesia di tengah tantangan ekonomi dan demonstrasi besar yang terjadi saat awal masa jabatannya pada 2026.
Upaya ini dilakukan sebagai respons atas kondisi nasional yang terguncang, dengan tujuan memulihkan ekspektasi positif masyarakat dan investor agar perekonomian dapat bergerak ke arah yang lebih baik, seperti dilansir dari Detik Finance.
Purbaya menjelaskan bahwa saat awal menjabat sebagai Menteri Keuangan, Indonesia baru menghadapi gelombang demonstrasi besar sehingga ia harus segera mengembalikan kepercayaan masyarakat.
"Pertama kan waktu saya jadi menteri, itu kan kita baru menghadapi demo besar, saya mesti kembalikan confidence ke masyarakat secepat-cepatnya. Caranya bagaimana? Saya terapkan apa, pengetahuan yang sudah disebut, saya pernah belajar macroeconomics of self-fulfilling prophecies. Jadi kita membentuk ekspektasi, dari ekspektasi itu nanti biasanya ekonomi yang berjalan ke arah sana," ujar Purbaya di Jakarta Barat.
Namun, penerapan teori tersebut tidak mudah sehingga Purbaya harus lebih banyak berbicara. Tindakan ini sempat dianggap sebagai kesombongan oleh sebagian pihak.
"Dalam waktu dekat kan susah untuk itu. Ya terpaksa saya omong gede, yang dibilang orang sombong, 'itu Purbaya sombong banget.' Itu bukan sombong, tapi desain untuk membentuk ekspektasi ke depan, ke arah yang positif," kata mantan Kepala Lembaga Penjamin Simpanan tersebut.
Menurut Purbaya, ekspektasi positif pasar sangat penting karena memengaruhi kepercayaan masyarakat dan investor untuk beraktivitas ekonomi.
Beberapa kebijakan telah dijalankan untuk membangun kepercayaan tersebut, salah satunya adalah pemindahan Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke bank pelat merah pada September tahun sebelumnya.
Meski demikian, pasar keuangan Indonesia menghadapi tantangan baru setelah pengumuman dari beberapa lembaga pemeringkat seperti MSCI, Fitch Ratings, dan Moody's.
"Investor tidak takut investasi, masyarakat tidak takut belanja, perusahaan pun tidak takut ekspansi, karena mereka pikir ekonomi akan membaik ke depan. Tapi kalau semua berpikir ekonomi akan resesi, ekonomi bisa betul-betul resesi. Kenapa? Karena investor takut ekspansi, masyarakat takut belanja," ujar Purbaya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow