Menteri Perhubungan Dorong Evaluasi Keamanan Transportasi Laut Setelah Insiden Kapal

Smallest Font
Largest Font

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mendorong evaluasi menyeluruh terhadap keamanan transportasi laut menyusul sejumlah kecelakaan kapal, seperti KM Mutiara Sentosa II dan KM Putri Yasmin, dalam rapat dengan Komisi V DPR RI di Senayan, Rabu (19/8/2026).

Dudy menekankan perlunya memastikan manifest penumpang dan kendaraan dicatat secara akurat melalui integrasi sistem manifest, ticketing, dan boarding agar data sesuai kondisi di kapal.

"Manifest 100% untuk penumpang dan kendaraan. Kita perlu membangun integrasi antara manifest, ticketing dan boarding, sehingga jumlah penumpang, kendaraan dan muatan yang tercatat benar-benar sama dengan kondisi faktual di kapal," ujar Dudy.

Dia juga menambahkan pentingnya penerapan manifest secara real time melalui sistem data tunggal agar perubahan data dapat langsung diperbarui dan divalidasi. Surat Persetujuan Berlayar (SPB) tidak akan diterbitkan jika data belum tervalidasi.

"Manifest harus real time. Kami perlu menuju single data system sehingga perubahan data dapat langsung diperbarui dan divalidasi. Ke depannya prinsipnya harus tegas, SPB tidak akan diterbitkan apabila data belum tervalidasi," kata Dudy.

Kecelakaan KMP Putri Yasmin di perairan Lombok Barat pada 12 Agustus menyoroti pentingnya akurasi manifest. Basarnas menerima data manifest 131 orang, tetapi dalam penyelamatan terdapat 212 penumpang dengan 211 selamat dan satu meninggal dunia.

Pemerintah akan memperketat pencatatan identitas setiap penumpang untuk memudahkan penanganan kondisi darurat. Pengendalian terhadap kelebihan muatan, dimensi, dan stabilitas kapal juga akan diperkuat dengan sistem timbangan kendaraan yang terintegrasi dengan manifest.

Dudy menyampaikan pengawasan muatan berbahaya akan diperketat. Deklarasi barang berbahaya harus terdigitalisasi dan dokumen diverifikasi sebelum boarding. Petugas juga wajib mengenali barang berbahaya.

"Inspeksi harus ditingkatkan, terutama terhadap manifest, muatan, stabilitas alat keselamatan, kondisi kendaraan dan kepatuhan operasional. Jika ditemukan kondisi kritis keberangkatan harus ditunda sampai persoalan diselesaikan atau keberangkatan dibatalkan," tegas Dudy.

Dudy juga mengingatkan pentingnya kesadaran keselamatan masyarakat, termasuk pemahaman penggunaan life jacket, alat pemadam api ringan, serta prosedur darurat dan kepatuhan larangan merokok di area berisiko.

Sterilisasi dan pengawasan area pelabuhan serta pemeriksaan penumpang dan barang akan diperkuat mulai dari check-in gate hingga pemeriksaan ulang oleh petugas operator kapal.

Informasi ini dilansir dari Detik Finance.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed