Meta Sepakati Aturan Keamanan Default Remaja di Instagram dan Facebook
Meta menyepakati penerapan batasan pengamanan baru secara otomatis pada akun Instagram dan Facebook milik pengguna remaja di Amerika Serikat setelah mencapai kesepakatan penyelesaian persidangan besar di California, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.
Kesepakatan hukum tersebut mengharuskan Meta membayar hingga USD 17 miliar ke sejumlah negara bagian yang mengajukan gugatan, serta membayar USD 1Key nominal senilai USD 1 miliar khusus kepada negara bagian Texas. Melalui aturan baru ini, raksasa media sosial tersebut diwajibkan mengubah beberapa pengaturan keamanan menjadi opsi bawaan atau default untuk akun pengguna muda.
Perubahan utama mencakup penonaktifan umpan yang dipersonalisasi dan penyembunyian jumlah suka pada postingan remaja secara otomatis saat pertama kali mendaftar. Pengaturan keamanan bawaan ini tidak dapat diubah tanpa persetujuan dari akun orang tua pengawas yang ditautkan. Langkah tersebut diambil setelah jaksa negara bagian menilai opsi keselamatan remaja bawaan Meta sebelumnya jarang diaktifkan oleh pengguna.
Selain itu, fitur pengawasan memungkingkan orang tua menerima informasi durasi penggunaan aplikasi, daftar koneksi sosial, hingga riwayat akun yang mengirimkan pesan kepada remaja. Sistem notifikasi harian juga akan dikirimkan kepada orang tua jika akun remaja menghubungi akun orang dewasa untuk pertama kalinya, serta memberikan peringatan jika terdapat pencarian kata kunci terkait pencarian bunuh diri, melukai diri sendiri, atau gangguan makan.
Meta turut diwajibkan memberlakukan batasan durasi penggunaan aplikasi maksimal dua jam per hari bagi akun remaja secara bawaan. Fitur tambahan berupa mode malam dan mode sekolah akan membatasi penggunaan aplikasi serta notifikasi dari pukul 12 malam hingga 6 pagi, serta pukul 8 pagi hingga 3 sore pada hari kerja selama masa sekolah. Fitur perbandingan sosial seperti filter prosedur kosmetik juga resmi dilarang untuk akun remaja.
Untuk memastikan kepatuhan, Meta diwajibkan menggunakan sistem verifikasi identitas kartu pengenal atau pengenalan wajah guna mencegah remaja mendaftar menggunakan akun biasa, yang mana sistem ini harus diuji oleh pihak ketiga setiap tahunnya. Terkait perubahan ini, perusahaan mendorong penyesuaian regulasi secara luas di industri media sosial.
"Karena remaja berpindah dengan sangat cair di antara puluhan aplikasi, kita memerlukan solusi yang mencakup seluruh industri," kata pimpinan bidang hukum Meta, CJ Mahoney.
Pihak Meta menyampaikan imbauan terbuka agar platform video lain seperti TikTok dan YouTube juga mengadopsi langkah serupa. Perusahaan menilai efektivitas pembatasan keamanan akun remaja baru akan optimal jika seluruh penyedia platform media sosial menerapkan kebijakan yang sama secara menyeluruh.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow