Militer Iran Siapkan Pertahanan dan Perkuat Rudal Menjelang Negosiasi

Smallest Font
Largest Font

Angkatan Bersenjata Iran memperketat kesiagaan militer di sepanjang perairan Teluk Persia sekaligus mempercepat produksi rudal nasional. Langkah penguatan kapasitas pertahanan ini memanfaatkan periode gencatan senjata setelah penandatanganan Nota Kesepahaman penghentian permusuhan dengan Amerika Serikat pada pertengahan 2026.

Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Jenderal Hossein Mohebbi menegaskan bahwa masa jeda pertempuran dimanfaatkan secara optimal oleh pihak militer untuk melipatgandakan kekuatan sistem pertahanan negara.

"Kami memanfaatkan gencatan senjata. Kami meningkatkan kapasitas pertahanan kami, kami meningkatkan kecepatan produksi rudal, dan akurasi rudal juga meningkat," kata Jenderal Hossein Mohebbi.

Sektor pasokan energi lawan juga menjadi perhatian dalam analisis militer Iran di tengah jeda konflik tersebut.

"Lihatlah cadangan minyak AS, mereka tidak mampu menutupi defisit minyak mereka, dan itu bahkan meningkat lebih banyak lagi," kata Jenderal Hossein Mohebbi.

Pengawasan di wilayah pesisir serta pulau-pulau strategis Teluk Persia diperketat guna mengantisipasi segala bentuk potensi ancaman eksternal. Komandan Angkatan Darat IRGC Brigadir Jenderal Mohammad Karami memimpin langsung peninjauan lapangan dan pengorganisasian unit militer.

"Kesiapan yang berkelanjutan, pelatihan-pelatihan khusus, dan kehadiran yang berwibawa dari unit-unit Angkatan Darat Garda Revolusi, adalah pilar utama keamanan yang stabil di perairan Teluk Persia," kata Brigjen Mohammad Karami.

Wilayah perairan Teluk dinilai memiliki nilai strategis yang krusial dalam menopang doktrin pertahanan kawasan secara keseluruhan.

"Para pejuang gagah berani di wilayah ini, dengan mengandalkan semangat jihad dan kewaspadaan terus-menerus, telah menciptakan benteng yang kokoh melawan keserakahan musuh," kata Brigjen Mohammad Karami.

Pihak militer turut memperkuat basis mobilisasi pertahanan rakyat untuk menjaga pulau-pulau di kawasan batas negara.

"Dengan karunia dan pertolongan Ilahi, rakyat dan angkatan bersenjata Iran siap merespons setiap kejahatan dari militer agresor, dan tuntutan balas darah atas Pemimpin Syahid Revolusi dan para komandan Iran akan segera ditunaikan," kata Brigjen Mohammad Karami.

Peringatan keras juga disampaikan oleh Angkatan Darat Iran melalui pernyataan resmi terkait pengerahan seluruh komponen pertahanan dalam menghadapi potensi serangan balasan.

"Seluruh Iran akan berdiri menghadapi setiap bentuk agresi, dan kami akan mengubur musuh di luar perbatasan Iran yang kuat," kata Angkatan Darat Iran.

Pengalaman dari rentetan konflik terdahulu, termasuk Operasi Mersad, dijadikan pijakan utama bagi jajaran militer untuk mempertahankan kedaulatan di bawah komando Panglima Tertinggi Ayatullah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed