AS dan Iran Saling Serang di Selat Hormuz Hingga Pangkalan Militer
Militer Amerika Serikat menggempur dua kapal tanker dan sekitar 100 target pemerintah Iran di lepas pantai Selat Hormuz pada Selasa (1/9/2026). Langkah ini memicu aksi balasan tembakan rudal serta drone dari Korps Garda Revolusi Islam Iran ke pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Eskalasi pertempuran memuncak setelah pasukan AS menyerang Pulau Larak dan wilayah Sirik pada awal pekan. Insiden pengeboman kediaman warga di Sirik menewaskan empat orang, termasuk anak-anak, serta melukai puluhan warga saat acara pernikahan berlangsung.
Presiden AS Donald Trump menyetujui kebijakan pencegahan baru bernama "tanker for tanker" untuk menghentikan gangguan Iran terhadap pelayaran komersial. Tembakan rudal dari drone tempur AS menghantam ruang mesin dua kapal tanker Iran yang berlabuh di sebelah utara garis blokade angkatan laut AS.
Gempuran Washington juga menyasar sistem pertahanan udara, radar, peluncur rudal anti-kapal, hingga fasilitas komunikasi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa penyerangan beruntun itu menyasar unit IRGC guna mengamankan jalur pasokan energi global di Selat Hormuz.
Pemerintah Iran langsung merespons aksi militer tersebut melalui pernyataan resmi kepemimpinan tertinggi dan pimpinan militer.
"Bangsa Iran yang tercinta dan poros perlawanan akan memberi pelajaran tak terlupakan bagi Amerika," ucap Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei seperti dilaporkan Tasnim.
IRGC kemudian meluncurkan gelombang serangan balasan yang menargetkan Markas Besar dan kediaman komandan AS di Pangkalan Udara Ali Al Salem, Kuwait, serta pangkalan militer AS di Yordania, Bahrain, dan Erbil.
"Mereka akan menyesali serangan-serangan barunya. Hukuman berat menanti para agresor," ucap Juru bicara IRGC, Hossein Mohebi dikutip dari 18News.
Serangan IRGC ke pangkalan Ali Al Salem membakar hanggar drone dan merusak fasilitas peluncuran militer AS. Sementara itu, gempuran di Erbil menghancurkan pusat pemeliharaan, gudang penyimpanan, serta sistem pemandu aerostat pengintai milik Amerika Serikat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow