Misteri Kebakaran Bawah Tanah yang Melenyapkan Kota Centralia
Kota Centralia hancur total setelah dilanda kebakaran dahsyat yang sumber penyebabnya belum diketahui secara pasti. Kobaran api di area tersebut menyebar hingga ke kawasan tambang batu bara bawah tanah yang tak lagi beroperasi. Seperti dilansir dari Detikcom, bara api di bawah tanah masih terus menyala hingga saat ini.
Asap tebal tampak membubung dari berbagai celah dan lubang di permukaan tanah. Kondisi ekstrim tersebut kerap memicu aksi unik warga yang berkunjung ke kawasan ini. Sejumlah orang membawa teflon serta telur untuk dimasak langsung di atas lubang berasap.
Hawa panas yang keluar terbukti sanggup mematangkan telur ceplok dalam tempo beberapa menit.
Banyaknya lubang berasap membuat lahan bekas kota ini sangat membahayakan keselamatan visitor. Insiden warga terperosok ke celah tanah panas bahkan pernah hampir memakan korban jiwa.
Masyarakat setempat mengimbau agar siapapun mengurungkan niat mendekati kawasan tersebut. Celah di permukaan tanah menyimpan bahaya ekstrem yang tidak dapat diprediksi dari atas.
Sejarah Singkat dan Pengosongan Kota
Pembangunan Jalur Kereta Api Mine Run pada 1854 membuka akses distribusi batu bara di Centralia. Kawasan ini resmi berdiri sebagai kota pusat pertambangan pada{"title": "Misteri Kebakaran Bawah Tanah yang Melenyapkan Kota Centralia", "title_slug": "misteri-kebakaran-bawah-tanah-kota-centralia", "description": "Kota Centralia di Amerika Serikat lenyap akibat kebakaran tambang batu bara bawah tanah sejak 1962 yang tak pernah padam hingga kini.", "keywords": "kebakaran centralia, kota hantu centralia, tambang batu bara centralia, misteri centralia, asap bawah tanah centralia", "category_id": "18", "tags": "Centralia, Kebakaran Tambang, Berita Internasional", "thumbnail": "papan peringatan bahaya di jalan retak berasap kota centralia", "content": "
Kebakaran hebat bawah tanah melenyapkan Kota Centralia hingga menyisakan bara api yang terus membara sampai saat ini. Dilansir dari Detikcom, kobaran api tersebut menjangkau area pertambangan batu bara terpencil di bawah pemukiman.
Hingga sekarang, penyebab pasti munculnya api di kawasan tambang tersebut belum diketahui secara pasti. Asap tebal masih terus membumbung keluar dari celah-celah tanah di area bekas pemukiman tersebut.
Beberapa warga dilaporkan sempat memasuki wilayah berbahaya ini untuk sekadar membuktikan panasnya suhu bumi. Mereka membawa teflon serta telur, lalu memanfaatkan asap dari lubang tanah untuk mematangkan telur ceplok dalam beberapa menit. Fenomena ini menyimpan potensi bahaya yang sangat tinggi bagi siapa saja yang mendekat.
Banyak rongga berasap tercipta di atas tanah, bahkan pernah membuat seseorang terperosok dan hampir kehilangan nyawa. Sebelum musnah, Centralia berdiri sejak tahun 1866 sebagai kawasan pusat penambangan batu bara. Perkembangan wilayah ini dipicu oleh selesainya pembangunan Jalur Kereta Api Mine Run pada tahun 1854 sebagai jalur distribusi logistik utama.
Berdasarkan data Sensus AS, populasi pemukim di kota pertambangan ini sempat menembus angka 2.761 jiwa pada tahun 1890.
Bencana kebakaran yang timbul pada tahun 1962 memaksa pemerintah membeli sekitar 500 unit bangunan warga. Seluruh struktur rumah tersebut kemudian diruntuhkan untuk mengosongkan kawasan. Pemerintah juga merusak akses jalan serta menutup rute cabang Jalan Raya 61 secara permanen.
Jalur lalu lintas utama akhirnya dialihkan mengitari area luar kota guna mencegah akses publik. Kendati demikian, sejumlah warga memilih tetap bertahan dan menolak pindah dari sana. Keterikatan emosional terhadap rumah pertama menjadi alasan utama mereka enggan menjual properti milik pribadi tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow