Mourinho Jelaskan Alasan Yan Diomande Belum Menjadi Starter
Pelatih Real Madrid Jose Mourinho meminta semua pihak bersabar atas proses adaptasi pemain anyarnya, Yan Diomande. Bintang muda Pantai Gading bernilai 145 juta dolar AS itu belum pernah tampil sebagai starter di Liga Spanyol musim ini.
Spekulasi mengenai peluang tampil Diomande menguat menjelang laga pembuka Liga Champions melawan Inter Milan. Mourinho tengah menghadapi krisis lini tengah akibat sanksi larangan bertanding Arda Guler, Bernardo Silva, dan Eduardo Camavinga, serta kondisi Aurelien Tchouameni yang belum pulih total.
Dalam kekalahan 0-1 dari Real Betis pada Jumat lalu, Diomande hanya tampil selama 25 menit sebagai pemain pengganti. Keputusan tersebut memperpanjang catatan sang winger 19 tahun yang selalu memulai laga dari bangku cadangan dalam empat pertandingan domestik awal.
Diomande berlabuh ke Madrid setelah mencatatkan 23 kontribusi gol dari 36 laga bersama RB Leipzig musim lalu dan tampil di Piala Dunia. Sebelum menembus panggung elite, mantan pemain DME Academy dan Leganes tersebut sempat ditolak sejumlah klub Eropa seperti Bournemouth, Crystal Palace, Olympiacos, hingga Rangers, serta dilewati oleh tim MLS Orlando City.
Mourinho menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah hasil akhir tim serta pengembangan bertahap sang pemain muda di skuat Los Blancos.
"Saya ingin menang. Saya bisa saja memberi tahu Anda bahwa saya ingin bermain bagus, tetapi saya tidak ingin bermain bagus seperti yang kami lakukan melawan Betis lalu kalah. Saya ingin menang," kata Jose Mourinho, Pelatih Real Madrid.
Manajer asal Portugal tersebut menilai proses adaptasi fisik dan mental Diomande memerlukan waktu agar sang pemain tidak terbeban dengan nilai transfernya yang fantastis.
"Tenang, dia harus melangkah sedikit demi sedikit. Dia bekerja sangat keras. Dia anak yang terbuka, rendah hati, yang ingin belajar, yang ingin bekerja.
Dia mendengarkan saya, dan dia juga mendengarkan rekan-rekan timnya. Dia akan berkembang," ujar Jose Mourinho, Pelatih Real Madrid.
Ia menekankan agar publik tidak menilai potensi sang penyerang belia hanya dari angka kepindahannya dari Bundesliga.
"Saya tidak bisa melihat harganya. Saya harus melihat pemain muda dengan potensi sangat besar yang menjalani musim level tinggi di Bundesliga bersama Leipzig," ucap Jose Mourinho, Pelatih Real Madrid.
Mourinho juga membeberkan kondisi kebugaran anak asuhnya secara keseluruhan setelah melakoni laga sengit di kompetisi domestik.
"Saya melihat mereka seperti yang saya suka lihat. Lelah di kamar ganti setelah pertandingan, pulih dalam latihan, dan hari ini sepenuhnya normal," ungkap Jose Mourinho, Pelatih Real Madrid.
Mengenai kondisi penyerang muda Endrick, pelatih berusia 63 tahun tersebut mengonfirmasi bahwa sang pemain belum siap tampil penuh.
"Hanya siap untuk 5 atau 10 menit," jelas Jose Mourinho, Pelatih Real Madrid.
Konferensi pers tersebut diwarnai kekecewaan sang pelatih terhadap kepemimpinan wasit dan penggunaan teknologi VAR pada laga melawan Betis.
"Mengapa penalti tidak diulang? Apakah tidak diulang karena VAR tidak tahu aturannya? Atau karena VAR tidak mau?
Jika VAR tidak memerintahkan pengulangan karena ketidaktahuan akan aturan, mereka harus pulang dan tidak bertugas di VAR. Jika VAR tidak memerintahkannya diulang karena mereka tidak mau, itu bahkan lebih buruk," tegas Jose Mourinho, Pelatih Real Madrid.
Mourinho juga mempertanyakan ganjaran kartu kuning yang diterima oleh kapten timnya, Vinicius Junior.
"Saya juga ingin tahu alasan mengapa dia menerima kartu kuning," tutur Jose Mourinho, Pelatih Real Madrid.
Dalam kesempatan berbeda, Mourinho membeberkan alasannya lebih memilih memasang Brahim Diaz ketimbang Diomande saat Arda Guler absen.
"Saya harus bermain dengan Brahim, yang seperti Arda Guler, merupakan pemain yang lebih asosiatif dan bisa turun sedikit ke bawah," kata Jose Mourinho, Pelatih Real Madrid.
Mourinho menambahkan bahwa tipe permainan Diomande sangat berbeda sehingga penerapannya di lapangan membutuhkan momentum yang tepat.
"Nanti saya akan memikirkan Diomande, yang merupakan tipe pemain berbeda. Dia datang di hari terakhir dan harus melangkah tahap demi tahap," tutup Jose Mourinho, Pelatih Real Madrid.
Terlepas dari rotasi skuat, Diomande menyuarakan rasa bangganya dapat bergabung dengan raksasa Spanyol tersebut sejak masa kecilnya di Abidjan.
"Kami bermain di permukaan apa pun yang kami temukan, tanpa sepatu yang layak, tanpa lapangan yang memadai, hanya murni kecintaan pada sepak bola," kenang Yan Diomande, Pemain Real Madrid.
Mengenai mendiang adiknya Roxane yang meninggal di awal karier profesionalnya, Diomande mendedikasikan seluruh pencapaian kariernya.
"Semua yang saya lakukan di lapangan sepak bola, ini untukmu," ucap Yan Diomande, Pemain Real Madrid.
Keberhasilannya menembus skuat utama Leipzig dan mendapat penghargaan pemain muda terbaik Bundesliga menjadi pembuktian atas kerja keras keluarganya.
"Rasanya seperti bukti bahwa semua pengorbanan yang saya dan keluarga saya lakukan adalah berharga," kata Yan Diomande, Pemain Real Madrid.
Ia kini bertekad mengukir sejarah baru sebagai pemain pertama asal Pantai Gading yang memperkuat Real Madrid.
"Ini adalah perwujudan dari impian masa kecil, ini adalah segalanya yang telah saya perjuangkan. Saya tidak sabar untuk menulis bab saya di klub ini dan berkontribusi pada kesuksesan klub," ujar Yan Diomande, Pemain Real Madrid.
Isu kegagalan pemantauan bakat Diomande di masa lalu sempat disayangkan oleh mantan pelatihnya di DME Academy, Todd Eason, yang menilai tim-tim seperti Orlando City telah melewatkan peluang emas.
"Saya pikir dia memang lolos dari pengamatan. Kami berada di Daytona, 45 menit dari Orlando City, dan saat itu, saya telah memberi tahu beberapa perwakilan di Orlando City, 'Hei, saya punya anak yang datang yang tampak sangat spesial, dan saya ingin dia datang dan berlatih dengan tim B.' Tapi mereka terus menunda dan menunda," kata Todd Eason, Pelatih DME Academy.
Eason menyayangkan keengganan klub lokal untuk melihat potensi Diomande sebelum akhirnya bakat tersebut dimanfaatkan oleh Leganes.
"Saya sangat kecewa bahwa Orlando City tidak mau menempuh perjalanan 45 menit untuk melihatnya bermain atau setidaknya membawanya ke kamp pemusatan latihan. Saya rasa tim-tim MLS mungkin telah banyak melewatkan talenta domestik yang berkembang, tetapi setiap tim sedikit berbeda, jadi Anda tidak bisa berbicara tentang semuanya. Orlando City adalah satu-satunya yang benar-benar membuat saya kecewa: Anda tidak bisa berusaha keras untuk melihat anak ini bermain, dan sekarang Anda kehilangan kesempatan Anda," tegas Todd Eason, Pelatih DME Academy.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow