Jose Mourinho Pertanyakan Kriteria Pemilihan Pemenang Ballon d'Or 2026
Manajer Real Madrid Jose Mourinho mempertanyakan kriteria pemungutan suara Ballon d'Or 2026 setelah Kylian Mbappe membawa klubnya menang 4-1 atas Real Sociedad pada 26 Agustus. Menurut Mourinho, penghargaan individu tersebut seharusnya berfokus pada kualitas bakat murni pemain.
Mourinho menilai proses penetapan pemenang yang berjalan selama ini memiliki kelemahan mendasar karena terlalu bergantung pada raihan trofi kolektif tim. Meski Mbappe mencetak 10 gol di Piala Dunia 2026 untuk Prancis, namanya berada di belakang kandidat lain seperti Harry Kane, Lamine Yamal, Rodri, dan Michael Olise yang mengamankan gelar juara besar.
Pelatih Real Madrid tersebut menegaskan penolakannya terhadap standar penilaian yang berpatokan pada trofi tim semata.
"Pemain terbaik di dunia, ada dua, tiga atau empat, dan kita tahu siapa mereka: mereka ada di sini," kata Manajer Real Madrid Jose Mourinho.
Ia menambahkan penjelasannya mengenai tolok ukur utama yang mendasari penilaian sang pemenang penghargaan.
"Bagi saya, ada satu yang secara individu menorehkan sejarah pada musim panas ini," ujar Mourinho.
Mourinho kemudian membandingkan pemberian piala dengan peran pelatih serta deretan legenda sepak bola dunia.
"Anda tidak bisa memberikan Ballon d’Or kepada seorang pemain hanya karena dia memenangkan Liga Champions atau Piala Dunia," kata Mourinho.
Ia merinci deretan nama pemain legendaris yang menurutnya memenuhi standar kehebatan individu tersebut.
"Ballon d’Or seharusnya diberikan kepada salah satu dari para pemain yang, ketika mereka pensiun, akan dirindukan selamanya. [Diego] Maradona, Ronaldinho, Ronaldo Nazario, Cristiano Ronaldo, [Lionel] Messi, [Zinedine] Zidane. Jika kita ingin memberi penghargaan untuk Liga Champions, maka berikan kepada Luis Enrique. Untuk tim nasional Spanyol, berikan kepada [Luis] De la Fuente. Pemain terbaik di dunia adalah sesuatu yang lain dan dia tidak berada di PSG maupun di tim Spanyol," tutur Mourinho.
Mbappe mencatatkan 42 gol dan tujuh assist dalam 44 laga bersama Real Madrid musim lalu, serta mengumpulkan total 58 gol di semua kompetisi. Penyerang berusia 27 tahun itu merespons pernyataan pelatihnya mengenai peluang meraih trofi tersebut.
"Saya pikir ketika Anda bermain untuk Real Madrid, klub terbaik di dunia, orang-orang mengaitkan Anda dengan penghargaan ini," kata Pemain Real Madrid Kylian Mbappe.
Mbappe menilai pencapaian sejarahnya di tingkat internasional dapat menjadi modal kuat dalam persaingan tahun ini.
"Ada banyak orang yang berbicara tentang saya dan Ballon d'Or. Tentu saja saya telah menorehkan sejarah di kompetisi paling penting," ujar Mbappe.
Ia menyerahkan seluruh keputusan akhir penetapan pemenang kepada pihak yang berwenang memilih.
"Saya selalu berpikir saya yang terbaik [di dunia], tetapi setiap orang punya pendapatnya sendiri. Tentu saja, tahun ini bisa menjadi tahun yang bagus bagi saya untuk memenangi Ballon d'Or. Tetapi para jurnalis yang memilih," tutur Mbappe.
Pernyataan Mbappe mendapat kritik tajam dari mantan pemenang Piala Dunia asal Prancis, Christophe Dugarry, yang menilai tindakan meminta penghargaan individu secara terbuka tidak mencerminkan sikap seorang kapten tim nasional.
"Secara terbuka meminta penghargaan individu seperti itu, menurut saya kekanak-kanakan dan memalukan," kata Pengamat Sepak Bola Christophe Dugarry kepada RMC Sport.
Dugarry menegaskan bahwa kualitas performa di lapangan seharusnya menjadi penentu utama tanpa perlu terus dibicarakan.
"Tak ada hal hebat dari memintanya, apalagi sebagai kapten tim nasional Anda," ujar Dugarry.
Di sisi lain, pemain muda Barcelona Lamine Yamal memberikan tanggapannya mengenai persaingan Ballon d'Or setelah membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia dan La Liga.
"Tahun ini luar biasa, bersama Barca dan bersama Spanyol. Ada peluang saya bisa memenanginya karena saya menjalani tahun yang hebat," kata Pemain Barcelona Lamine Yamal.
Yamal menegaskan dirinya tidak merasa perlu melakukan kampanye khusus untuk memenangkan suara para pemilih.
"[Tapi] saya rasa saya tidak perlu melakukan kampanye. Saya bangga dengan tahun yang saya jalani, memenangi Piala Dunia dan La Liga. Saya tak bisa meminta hal lain.
Ada pemain lain yang tampil di level luar biasa. Tapi itu tugas Anda [untuk memutuskan]; saya tidak akan memohon apa pun," ujar Yamal.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow