MTQ Nasional XXXI Gerakkan Ekonomi Rp1,2 Triliun Lewat Pameran UMKM
Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI yang berlangsung di Jawa Tengah pada 11-20 September 2026 diproyeksikan menggerakkan perputaran ekonomi sebesar Rp1,2 triliun melalui pameran produk UMKM dan kerajinan dari seluruh Indonesia. Perputaran ekonomi tersebut mencakup berbagai aktivitas selama ajang MTQ, termasuk sektor perdagangan, transportasi, kuliner, akomodasi, dan jasa lainnya yang melibatkan peserta dan masyarakat sekitar. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memastikan manfaat ekonomi MTQ dapat dirasakan merata melalui pameran yang menampilkan produk UMKM dari berbagai provinsi.
"Kami tidak ingin MTQ ini hanya dinikmati Jawa Tengah. Karena itu, kami mengajak provinsi-provinsi lain untuk hadir membawa UMKM dan produk kerajinannya," ujar Taj Yasin saat pembukaan pameran di Gajah Mada Plaza, Semarang.
Menurut Taj Yasin, pameran ini menjadi platform bagi para pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus membuka peluang pasar baru bagi produk daerah pasca-MTQ. "Produk Jawa Tengah maupun daerah lain diharapkan dapat dibawa pulang ke berbagai wilayah Indonesia, sehingga hubungan yang terjalin dapat berkembang menjadi kerja sama ekonomi antardaerah," tambahnya.
Estimasi perputaran ekonomi sekitar Rp1,2 triliun dihitung dari berbagai kebutuhan peserta dan masyarakat selama berada di Jawa Tengah. "Ini bukan hanya soal angka, tetapi bagaimana kegiatan nasional ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat," jelas Taj Yasin. Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama, Helmi Halimatul Udhmah, menilai pameran sebagai bagian penting dari rangkaian MTQ yang menjadi wadah bagi UMKM, perajin, dan pelaku ekonomi kreatif untuk mempromosikan produk dari berbagai daerah.
"Pameran ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi etalase berbagai potensi daerah yang kita miliki," ujar Helmi. Helmi menambahkan, pameran ini juga memperlihatkan sinergi nilai keagamaan dengan kreativitas dan kewirausahaan yang mendukung pengembangan produk lokal. "Ketika perempuan berdaya, keluarga menjadi lebih kuat.
Ketika keluarga kuat, masyarakat menjadi lebih tangguh. Dan ketika masyarakat tangguh, Indonesia akan semakin maju dan beradaban," kata Helmi.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, July Emmylia, menyampaikan pameran berlangsung selama delapan hari di Gajah Mada Plaza, dengan 150 stan yang diisi oleh kementerian, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM.
"Pameran ini kami rancang sebagai ruang promosi sekaligus interaksi antara pelaku usaha dengan masyarakat," ujar July. Selain produk unggulan dan kuliner, pameran juga mengadakan berbagai kegiatan seperti peragaan busana, lomba mewarnai, tari Saman, pembacaan selawat, diskusi buku, pertunjukan musik Islami, kuis interaktif, serta layanan konsultasi zakat, potong rambut gratis, layanan Kredit Usaha Rakyat, edukasi sertifikasi halal, dan bursa kerja yang melibatkan 40 perusahaan. July menekankan bahwa pameran memperluas akses pasar bagi pelaku usaha dan memperkuat semangat Bangga Buatan Indonesia di tengah perhatian penguatan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.
"Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI diharapkan menghadirkan manfaat luas, termasuk melalui penguatan ekonomi masyarakat," tandasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow