MUI Siapkan Tim Asesmen Pemulihan Pasca Bencana NTT
Pemulihan jangka menengah dan panjang bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur kini mulai disiapkan Majelis Ulama Indonesia bersama sejumlah lembaga amil zakat. Langkah tersebut diawali dengan menerjunkan tim asesmen ke lokasi bencana untuk memetakan kebutuhan lapangan pada Selasa (25/8/2026).
Penyiapan program pemulihan tersebut berfokus pada hasil pemetaan langsung agar bantuan intervensi tepat sasaran. Prosesi penyaluran bantuan awal dan pengiriman tim sendiri berlangsung di Markas Komando Lintas Laut Militer, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Penanggulangan Bencana KH Mabroer MS mengonfirmasi bahwa dua personil tim asesmen ditugaskan mengumpulkan data lapangan selama lima hari.
"Insyaallah kerja sama dengan lembaga-lembaga amil zakat ini akan kita lanjutkan juga nanti pada tahap recovery yang saat ini MUI, dalam hal ini lembaga advokasi penanggulangan bencana, sudah mengirim tim asesmen dua orang untuk ke lapangan selama lima hari," ujar KH Mabroer MS, Wasekjen MUI Bidang Penanggulangan Bencana.
Tim di lapangan bertugas melakukan survei serta pemetaan kondisi umum warga untuk menentukan skema program pemulihan yang paling efektif.
"Mereka melakukan survei, melakukan pemetaan, dan akan memastikan jenis kegiatan atau program yang akan dilakukan MUI bersama lembaga amil zakat ke depan seperti apa," jelas KH Mabroer MS.
Selain menyasar pemukiman warga, pemetaan difokuskan pada fasilitas keagamaan serta pendidikan Islam yang mengalami kerusakan dampak gempa.
"Apakah akan merenovasi atau membangun ulang masjid yang ada di sana, karena banyak masjid maupun musala dan ada satu pesantren juga yang mengalami kerusakan akibat gempa di NTT," ungkap KH Mabroer MS.
Upaya penanganan pascabencana dipastikan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar logistik semata. Keberlanjutan pendidikan anak-anak di area terdampak menjadi salah satu poin prioritas pemulihan.
"Kita berharap para korban bisa bangkit kembali untuk menata ulang kehidupan mereka, termasuk khususnya anak-anak bisa sekolah kembali seperti sedia kala. MUI akan terus ikut membersamai para korban dengan cara kami sendiri, tentu saja menjalin kerja sama dengan pihak-pihak lain yang punya atensi dan menaruh perhatian kepada MUI," harap KH Mabroer MS.
Sinergi bersama lembaga filantropi dan dukungan Armada KRI TNI AL terus dilanjutkan guna memastikan seluruh bantuan serta skema penanganan bencana terdistribusi secara bertahap.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow