Muktamar ke-35 NU Putuskan Ketua Umum Dipilih AHWA
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Ponpes Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur, pada Minggu (30/8/2026) dini hari memutuskan perubahan mekanisme pemilihan ketua umum PBNU masa bakti 2026-2031 dari pemilihan langsung menjadi penunjukan oleh anggota Ahlul Hadi wal Aqdi (AHWA).
Hasil voting sidang Pleno III menunjukkan sebanyak 401 peserta mendukung pemilihan ketua umum melalui AHWA, sementara 150 peserta memilih mekanisme pemilihan langsung. Satu suara dinyatakan tidak sah dari total 552 peserta yang memberikan suara.
Pimpinan sidang, Muhammad Nuh, menyatakan, "Jadi rekapan ini total suaranya 552 itu sudah sesuai dengan data yang masuk. Dengan opsi A tetap 150, opsi B perubahan 401, terus yang tidak sah 1, jadi jumlahnya pas. Jadi dengan segala hormat inilah realitas yang kita terima."
Kubu petahana ketua umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, melalui Amin Said Husni meminta semua pihak menghormati hasil voting tersebut.
"Mekanisme voting adalah cara mencapai kesepakatan apabila musyawarah dan mufakat mengalami jalan buntu," ujar Amin melalui telepon, Sabtu (29/8/2026).
Menurut Amin, pengambilan suara terbanyak adalah bentuk pengambilan keputusan yang lazim dilakukan di NU dan organisasi lain.
"Bahkan di dalam lembaga perwakilan kita, di DPR, MPR, itu kan juga sudah biasa kita melakukan voting. Bukan sesuatu yang tabu, bukan sesuatu yang baru," katanya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Penyelenggara Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, memperkirakan pemilihan ketua umum dan Rais Aam PBNU akan digelar pada Minggu (30/8/2026) di lokasi yang sama.
Gus Ipul berharap seluruh proses pemilihan dapat selesai pada hari tersebut. Ia mengungkapkan belum ada penyusunan data atau tabulasi untuk tim AHWA terkait pemilihan Rais Aam.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow