Nadeo Argawinata Tampil Gemilang Bersama Persija Usai Dikritik
Penjaga gawang Persija Jakarta, Nadeo Argawinata, mencatatkan sembilan penyelamatan saat mengantarkan timnya menang 1-0 atas Borneo FC pada laga pembuka Super League 2026/2027 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (12/9/2026). Performa impresif tersebut menjadi ajang pembuktian setelah sang pemain mendapat gelombang kritik sewaktu memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Kiper berusia 29 tahun itu tampil solid di bawah mistar gawang Macan Kemayoran sekaligus mencatatkan nirbobol.
Selain sukses membendung gelombang serangan lawan, statistik I.League mencatat Nadeo melepaskan 18 umpan sukses dengan tingkat akurasi operan mencapai 78 persen dan satu kali melakukan tangkapan silang. Aksi penyelamatan gemilang ini berbanding terbalik dengan catatan penampilannya bersama skuad Garuda di Piala AFF 2026. Kala itu, Nadeo menjadi sasaran kritik publik akibat dua kesalahan fatal penempatan posisi yang berujung kebobolan saat Indonesia takluk 0-3 dari Vietnam di Stadion Pakansari, Bogor, pada 3 Agustus 2026.
Sorotan terhadap kebangkitan penjaga gawang asal Kediri tersebut turut diulas oleh media asal Vietnam, TheThao247. Mereka menilai aksi impresif di level klub membentangkan kembali jalan sang pemain untuk bersaing memperebutkan posisi di tim nasional.
"Kiper Indonesia Nadeo Argawinata secara tak terduga membuat sensasi dengan sembilan penyelamatan," bunyi pernyataan TheThao247 dikutip dari SuperBall. Ulasan tersebut menggarisbawahi kontrasnya performa sang pemain di level domestik dibandingkan saat membela skuad Garuda.
"Performa itu muncul hanya beberapa pekan setelah melakukan kesalahan dan menghadapi banyak kritik dalam kekalahan melawan Vietnam di Piala AFF," lanjut ulasan TheThao247. Media asing itu mencatat bahwa penampilan di liga domestik menjadi salah satu aksi individu paling mencolok pada pekan terkini.
"Nadeo Argawinata menampilkan salah satu performa individu paling menonjol di putaran terbaru Liga Indonesia," tulis TheThao247. Gelombang kritik yang dialamatkan kepada Nadeo sebelumnya dipicu oleh kesalahan mendasar saat mengantisipasi arah bola. "Penampilan Nadeo yang luar biasa untuk klubnya memicu sebuah kontras yang mencolok dengan gelombang kritik saat bermain untuk Indonesia di Piala AFF 2026," tambah media Vietnam tersebut.
Tekanan publik menguat setelah laga penyisihan grup turnamen regional tersebut.
"Dalam kekalahan 0-3 melawan Vietnam di babak penyisihan grup, kiper kelahiran 1997 itu panen kritik dari suporter," jelas TheThao247. Kelemahan posisi menjadi fokus evaluasi media asing terhadap penampilan sang kiper. "Karena kesalahan posisinya menyebabkan dua situasi yang membuat gol tercipta ke gawang sendiri yang ia kawal," tegas TheThao247.
Kesalahan elementer itu dinilai menjadi alasan utama munculnya reaksi keras penonton.
"Kesalahan yang relatif mendasar ini menjadikan Nadeo salah meenjadi salah satu pemain yang paling banyak dikritik oleh penggemar Indonesia setelah pertandingan," papar media tersebut. Meski demikian, aksi penyelamatan di liga domestik membuka kembali asa sang pemain untuk dilirik tim nasional.
"Dengan sembilan penyelamatan di pertandingan terbarunya, Nadeo setidaknya telah kembali menempatkan namanya dalam persaingan," lanjut media asal Vietnam itu. Komposisi pertahanan tim nasional untuk ajang berikutnya kini bergantung penuh pada keputusan pelatih.
"Keputusan akhir berada di tangan staf pelatih Indonesia, mengingat setiap tim yang berpartisipasi hanya diperbolehkan mendaftarkan 23 pemain," tulis ulasan itu. Panggilan kembali ke skuad Garuda dinilai dapat menjadi sarana rehabilitasi performa bagi sang pemain. "Jika skenario itu terjadi, Nadeo akan memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahan yang pernah membuatnya menjadi sasaran kritik," tambah TheThao247.
Kesiapan sang penjaga gawang berpotensi memberi tantangan baru bagi calon lawan di tingkat regional.
"Sebaliknya, tim Vietnam mungkin harus menghadapi versi Nadeo Argawinata yang lebih percaya diri ketimbang di Piala AFF lalu," tutup TheThao247. Penilaian positif terhadap kualitas sang pemain juga disampaikan oleh pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro, yang mengapresiasi ketenangan dan membaca permainan Nadeo di lapangan. "Menurut saya, kita harus melihat situasinya secara berbeda. Nadeo adalah penjaga gawang yang memiliki kualitas, pengalaman, dan mental yang bagus," ujar Luciano kepada Bola.com, Rabu (9/9/2026).
Eks pelatih tersebut menegaskan bahwa aksi penyelamatan di laga perdana menunjukkan konsentrasi tinggi sang pemain.
"Sembilan penyelamatan melawan Borneo menunjukkan bahwa dia memiliki konsentrasi dan kemampuan membaca pertandingan yang sangat baik," lanjut Luciano. Usai laga tersebut, Nadeo menegaskan fokusnya untuk terus menjaga konsistensi pada laga-laga berikutnya di Super League 2026/2027.
"Bagi saya, pertandingan tidak hanya berhenti di sini," ujar Nadeo di laman I.League. Mantan kiper Borneo FC itu menatap laga krusial berikutnya yang sudah menanti di kompetisi domestik.
"Kami masih ada pertandingan-pertandingan penting ke depannya, yaitu melawan Persib maupun lawan yang lain," jelas Nadeo.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow