Nadiem Ungkap Urgensi Pandemi di Sidang Kasus Chromebook
Keterbatasan sarana teknologi saat Pandemi COVID-19 tahun 2020 mendasari kebijakan pengadaan laptop Google Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Hal tersebut disampaikan terdakwa Nadiem Makarim saat membacakan duplik pribadi dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026).
Dilansir dari tirto.id, situasi darurat kesehatan global saat itu memaksa jutaan siswa dan pendidik melakukan pembelajaran jarak jauh secara mendadak. Namun, pelaksanaan instruksi tersebut terhambat oleh minimnya kesiapan infrastruktur teknologi pendukung di lapangan.
Nadiem menyebutkan bahwa banyak guru mengeluhkan sulitnya mengajar dengan telepon pintar karena ukuran layar yang kecil, sehingga mereka mendesak pemerintah pusat segera memberikan bantuan sarana.
“Para guru dan kepala sekolah menyuarakan bahwa mereka tidak punya sarana TIK memadai untuk melaksanakan pendidikan jarak jauh secara efektif,” kata Nadiem Makarim, Terdakwa.
Desakan yang datang dari pihak sekolah maupun dinas pendidikan dinilai selaras dengan kekhawatiran kementerian terhadap ancaman penurunan capaian belajar bagi generasi muda.
“Kami pun merasakan urgensi yang sama karena menyadari bahwa learning loss adalah risiko nyata yang dapat berdampak permanen bagi murid, terutama di jenjang termuda,” kata Nadiem Makarim, Terdakwa.
Di samping penanganan dampak pandemi, proyek pengadaan ini bergulir bersamaan dengan proses kajian persiapan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Krisis kesehatan global tersebut diakui Nadiem memberikan tekanan mental yang berat bagi jajaran kementerian.
“Tim saya pun gelisah sebab seluruh rencana transformasi terancam terhambat,” kata Nadiem Makarim, Terdakwa.
Mantan menteri tersebut menyatakan dirinya berada di antara pilihan sulit untuk menjaga keselamatan murid atau menjamin hak pendidikan tetap terpenuhi. Koordinasi intensif akhirnya terus ditempuh dari rumah masing-masing demi merumuskan solusi teknis pelaksanaan PJJ.
“Kami menyelenggarakan rapat daring dan Zoom secara terus-menerus, dari rumah masing-masing, di tengah kecemasan akan kesehatan keluarga kami sendiri, bahkan menjelang kelahiran putri saya yang ketiga, demi mencari cara agar pembelajaran jarak jauh dapat terlaksana,” kata Nadiem Makarim, Terdakwa.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow