Ahli UI Ungkap Kandungan Nutrisi Jamur Kancing dan Efeknya Bagi Usus
Jamur kancing sering dipandang sebelah mata dan hanya dijadikan pelengkap masakan harian. Padahal, bahan pangan ini menyimpan keistimewaan nutrisi yang menunjang kesehatan tubuh, dilansir dari Detik Food.
Masyarakat Indonesia biasa mengolah jamur yang tumbuh di sisa kayu atau bahan organik ini menjadi tumisan, sup, hingga pepes. Bahan ini juga populer dijadikan topping pizza serta pasta karena teksturnya yang kenyal berair dan rasa umami yang khas.
Anggapan bahwa nutrisi jamur kancing sepele muncul lantaran kandungan airnya mencapai 90 persen. Sisa 10 persen nutrisinya sebenarnya mengandung protein nabati, serat pangan, B kompleks, hingga ergothioneine.
Kehadiran senyawa bioaktif tersebut dijelaskan oleh Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, M.Sc.
Ergothioneine sendiri dikenal sebagai salah satu antioksidan alami paling kuat saat ini.
"Penelitian menunjukkan jamur kancing mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi," ujar Prof Zulys.
Manfaat bahan pangan ini juga dibuktikan dalam studi Molecular Nutrition and Food Research tahun 2025. Konsumsi jamur kancing terbukti menjaga integritas dinding usus, meredakan stres oksidatif, menekan peradangan, serta memperbaiki komposisi mikrobiota usus.
Kemampuan seluler yang dimiliki jamur berasal dari caranya bertahan hidup di alam liar. Senyawa pelindung seperti ergothioneine diproduksi secara alami untuk menjaga sel dari kerusakan.
Di sisi lain, anggapan bahwa mengonsumsi jamur memicu asam urat tinggi dipastikan sekadar mitos semata.
"Jamur memang mengandung purin, tetapi jumlahnya tergolong sedang, jauh lebih rendah dibandingkan banyak jenis jeroan," lanjutnya.
Bagi individu yang sehat, makan jamur dalam batas wajar tidak akan menjadi penyebab utama timbulnya asam urat.
"Yang perlu berhati-hati adalah orang dengan gout karena total asupan purin dari seluruh makanan tetap perlu diperhatikan," tambah Prof Zulys.
Kendati kaya manfaat, bahan ini bukan obat maupun makanan ajaib. Jamur kancing tetap menjadi sumber pangan rendah kalori dan kaya antioksidan yang cocok dijadikan pilihan pangan fungsional harian.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow