Nvidia Hentikan Dukungan Driver GeForce di Windows 10 Mulai November 2026
Pengguna kartu grafis Nvidia di sistem operasi Windows 10 harus siap gigit jari. Nvidia mengumumkan penghentian penuh untuk pembaruan driver GeForce Game Ready pada sistem operasi tersebut mulai November 2026, seperti dikutip dari Detik iNET.
Keputusan dari kubu Tim Hijau ini berjarak satu tahun setelah langkah Microsoft yang resmi memensiunkan Windows 10 pada 14 Oktober 2025.
Penghentian dukungan pembaruan driver GPU ini akan berlangsung secara bertahap melalui beberapa fase penting.
Peluncuran driver Game Ready yang masih mendukung Windows 10 akan berakhir pada Oktober 2026. Selanjutnya, Nvidia hanya akan merilis versi driver GeForce secara eksklusif untuk Windows 11 mulai November 2026.
Meski pembaruan utama dihentikan, Nvidia tetap memberikan dukungan terbatas hingga Oktober 2029. Pengguna Windows 10 masih menerima perbaikan celah kerentanan kritis dan pembaruan keamanan secara kuartalan, namun tanpa adanya penyesuaian untuk game anyar.
Adapun bagi pemilik GPU berarsitektur Maxwell, Pascal, dan Volta, Nvidia telah lebih dulu mengeluarkan deretan kartu grafis tersebut dari program Game Ready sejak Oktober 2025. Sisa dukungan keamanannya dijadwalkan berakhir pada Oktober 2028.
Dampak Langsung untuk Gamer dan Situasi Pengguna
Memasuki bulan November 2026, kartu grafis dan game yang terpasang memang tidak akan mendadak rusak. Namun, gamer akan kehilangan profil kompatibilitas baru, perbaikan performa khusus, hingga akses fitur-fitur mutakhir.
Tanpa keberadaan driver spesifik tersebut, performa berbagai judul game baru berpotensi berjalan kurang optimal jika dibandingkan dengan sistem di Windows 11.
Langkah Nvidia ini terasa kontras dengan kebijakan Microsoft yang justru memperpanjang program Extended Security Updates (ESU) khusus konsumen selama satu tahun. Komputer Windows 10 yang terdaftar dalam program tersebut masih mendapatkan patch keamanan hingga 12 Oktober 2027.
Hingga saat ini, porsi pengguna Windows 10 di pasaran masih tergolong sangat besar. Keharusan beralih ke OS baru kerap tertahan akibat pembatasan spesifikasi hardware seperti chip TPM di Windows 11, melonjaknya harga perangkat PC, kewajiban pemakaian akun Microsoft, isu privasi, serta integrasi fitur AI yang dinilai berlebihan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow