Olahraga HIIT Tingkatkan Kesehatan Otak dan Kurangi Risiko Penurunan Kognitif
Aktivitas fisik memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan otak sekaligus menekan risiko penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia. Olahraga tidak hanya berpengaruh positif pada tubuh, tetapi juga membantu mempertahankan kemampuan otak dalam jangka panjang. Sebuah studi dari Universitas Queensland, Australia, yang dipublikasikan dalam jurnal Aging and Disease pada 2025, mengungkapkan bahwa latihan interval intensitas tinggi (HIIT) selama enam bulan mampu meningkatkan fungsi otak pada orang lanjut usia.
Hasil ini menunjukkan adanya ambang batas waktu untuk memperbaiki ketajaman kognitif melalui olahraga tersebut. Dalam penelitian yang melibatkan 151 peserta berusia 65-85 tahun, mereka dibagi ke dalam tiga kelompok berdasarkan intensitas latihan: rendah (peregangan), sedang (jalan di treadmill), dan tinggi (sepeda statis). Hanya kelompok yang melakukan HIIT yang menunjukkan peningkatan kognitif yang signifikan, terdeteksi melalui pemindaian otak dan analisis darah.
"Enam bulan latihan interval intensitas tinggi sudah cukup untuk mengaktifkan perubahan," ujar Perry Bartlett, ahli saraf dari Universitas Queensland. Daniel Blackmore, kolega dari universitas yang sama, menambahkan bahwa peningkatan fungsi otak tetap terlihat lima tahun setelah program selesai, meskipun peserta tidak melanjutkan latihan tersebut.
Para peneliti juga menilai pengaruh faktor genetik dalam respons terhadap olahraga, mengingat setiap individu bisa memberikan reaksi berbeda terhadap HIIT. Meskipun olahraga ini populer di kalangan muda, hasil penelitian membuktikan manfaatnya juga bagi orang dewasa yang lebih tua. Namun, intensitas latihan harus disesuaikan dengan kondisi kebugaran masing-masing. Sumber dari Harvard Health menyarankan agar lansia tidak berusaha menandingi kemampuan atlet muda, melainkan fokus pada peningkatan bertahap yang aman.
Spesialis saraf dr. Sardiana Salam, SpS, MKes, menyampaikan bahwa olahraga merupakan salah satu aktivitas efektif dalam menjaga kesehatan otak. Ia juga merekomendasikan pasien yang pernah mengalami stroke untuk rutin berolahraga ringan seperti jogging dan memperbaiki pola makan.
Pola makan yang sehat menjadi faktor utama dalam menjaga fungsi otak. Bagi yang mengalami obesitas, konsultasi dengan dokter gizi sangat dianjurkan agar mendapatkan rekomendasi pola makan yang tepat.
Selain itu, aktivitas membaca dan bermain teka-teki silang (TTS) juga membantu merangsang otak. Kedua kegiatan ini dapat memicu aktivasi dan reaktivasi fungsi otak, mencegah prademensia dan penurunan daya ingat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow