OnePlus Dikabarkan Hentikan Operasional di AS dan Eropa, Era "Flagship Killer" Berakhir?

Smallest Font
Largest Font

OnePlus dikabarkan akan menghentikan seluruh operasional bisnisnya di wilayah Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara Eropa pada pekan ini.

Kabar mengejutkan ini berpotensi besar mengakhiri perjalanan panjang OnePlus sebagai salah satu produsen ponsel pintar global yang selama ini populer dengan julukan "flagship killer".

Informasi tersebut pertama kali disebarkan oleh media asal Jerman, WinFuture, sebelum akhirnya dikutip oleh berbagai media teknologi internasional terkemuka seperti Android Police, GSMArena, Droid-Life, hingga The Verge.

Berdasarkan laporan yang beredar, induk perusahaan OnePlus, yaitu Oppo, disebut-sebut bakal mengumumkan keputusan strategis tersebut secara resmi dalam beberapa hari mendatang.

Hingga saat ini, pihak OnePlus masih belum memberikan pernyataan resmi ataupun menanggapi permintaan komentar yang diajukan oleh media mengenai rumor penutupan operasional ini.

Lanjutan Rumor Restrukturisasi Global OnePlus

Isu mengenai hengkangnya OnePlus dari pasar Amerika Serikat dan Eropa sebenarnya bukan pertama kalinya mencuat sepanjang tahun 2026 ini.

Pada Januari lalu, sejumlah media teknologi di AS sempat melaporkan bahwa OnePlus tengah berada dalam proses restrukturisasi internal berskala besar.

Meskipun demikian, OnePlus kala itu membantah keras kabar tersebut dan menegaskan bahwa operasional di Amerika Utara, termasuk layanan purna jual, tetap berjalan normal.

Berikut adalah lini masa spekulasi dan laporan terkait perubahan strategi bisnis regional OnePlus yang terjadi sepanjang tahun 2026:

Bulan (2026) Laporan / Kejadian Spekulasi Bisnis
Januari Kabar restrukturisasi besar di AS (dibantah oleh OnePlus).
Maret Rumor pengurangan kehadiran produk OnePlus di pasar global.
April Laporan mundurnya sejumlah petinggi OnePlus di Eropa dan Inggris.
Juli Kabar penghentian total operasional di AS dan Eropa.

Pada April lalu, pihak OnePlus sempat menyatakan bahwa mereka sedang melakukan evaluasi mendalam terhadap peta jalan regional serta strategi produk di kawasan Eropa.

Selain masalah wilayah operasional, sistem operasi OxygenOS milik OnePlus juga dirumorkan akan segera dipensiunkan seiring rencana Oppo menyatukan seluruh perangkat di bawah sistem ColorOS.

Fokus Baru di Pasar China dan India

Berdasarkan laporan lanjutan dari WinFuture, merek OnePlus tampaknya tidak akan sepenuhnya menghilang dari industri ponsel pintar.

Perusahaan dilaporkan bakal mempertahankan eksistensi merek tersebut khusus untuk pasar domestik China dan pasar India.

Namun, posisi OnePlus di kedua negara tersebut nantinya akan bergeser menjadi sekadar lini produk di bawah Oppo, bukan lagi sebagai merek global yang berdiri sendiri.

Hingga kini belum ada informasi pasti apakah kebijakan baru ini akan berdampak pada peluncuran dan distribusi perangkat OnePlus di wilayah lain, termasuk Asia Tenggara.

Sejak didirikan pada tahun 2013, OnePlus merebut perhatian dunia lewat produk OnePlus One pada 2014 dengan slogan ikonik "Never Settle" yang menawarkan spesifikasi tinggi berharga terjangkau.

Integrasi OnePlus ke dalam manajemen Oppo kian erat dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari penggabungan tim riset hingga penyatuan basis kode sistem operasi.

Jika rumor penghentian operasional di AS dan Eropa terbukti benar, langkah ini akan menjadi penanda perubahan terbesar sekaligus akhir dari ekspansi global OnePlus.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren
Daisy Floren
Daisy Floren
Donna Hettinger Administrator

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed