Orang dengan GERD Bisa Diet Asal Atur Pola Makan dengan Tepat
Orang yang menderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) tetap bisa menjalani program diet, asalkan metode yang dipilih sesuai dan tidak membiarkan perut kosong terlalu lama. Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menegaskan bahwa pasien GERD tidak disarankan menjalani diet ekstrem seperti intermittent fasting yang membuat perut kosong dalam waktu lama. Menurut dr Yaze, kunci diet bagi penderita GERD adalah mengatur frekuensi makan dengan jadwal yang teratur dan mengonsumsi makanan dalam porsi kecil tapi sering.
Dia menyampaikan dalam sesi Live TikTok detikHealth bahwa penderita GERD harus mengisi perut secara berkala sejak pagi hari, sehingga tidak boleh melewatkan sarapan dan harus makan tepat waktu sepanjang hari.
Jadwal makan ideal untuk penderita GERD yang direkomendasikan dr Yaze meliputi sarapan pagi wajib, camilan sehat sekitar pukul 10.00 WIB, makan siang tepat waktu sekitar pukul 13.00 WIB, camilan sore pukul 16.00 WIB, dan makan malam maksimal pukul 18.00 atau 19.00 WIB. "Nggak boleh telat makan siang, habis itu ada camilan sore. Makan malam juga nggak boleh terlambat," ujar dr Yaze.
Selain mengatur jadwal, porsi makan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan kalori agar tidak berlebihan namun tetap mencukupi nutrisi tubuh. Orang dengan GERD juga disarankan menghindari makanan yang memicu gas berlebih seperti nangka, kol, serta makanan pedas yang dapat memperparah gejala.
dr Yaze menambahkan pentingnya memberi jeda waktu minimal dua jam antara makan berat atau ngemil dengan waktu tidur agar gejala GERD tidak kambuh. "Kalau bisa 2 jam sebelum tidur sudah berhenti makan supaya GERD-nya nggak kambuh-kambuhan," tuturnya. Informasi ini dikutip dari Detik Health dan menegaskan bahwa pengelolaan pola makan yang tepat merupakan kunci penting dalam menjalani diet sehat bagi penderita GERD.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow