Pakistan dan Qatar Intensifkan Mediasi Konflik AS-Iran
Pakistan dan Qatar menggiatkan diploma mediasi untuk meredakan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran setelah aksi militer kedua belah pihak terhenti sejak Sabtu (25/7/2026). Langkah diplomatik Islamabad dan Doha ini diambil usai Washington dan Teheran memberikan tanggapan awal terhadap formula bersama guna mengakhiri konflik di kawasan Selat Hormuz.
Penghentian saling serang terjadi setelah militer Amerika Serikat menggempur sasaran di wilayah Iran selama 13 malam berturut-turut. Komando Pusat AS melancarkan operasi yang menyasar infrastruktur pertahanan, sistem pengawasan pesisir, gudang rudal, hingga jaringan logistik di kota pelabuhan Bandar Abbas serta fasilitas penyulingan air laut di Bonji.
Guna merespons situasi tersebut, pemerintah Iran menyatakan bahwa pertukaran pesan diplomatik masih terus berjalan meski perundingan resmi belum dapat digelar. Teheran menilai tindakan militer Amerika Serikat telah merusak prasyarat diplomasi dan melanggar kesepahaman yang pernah disepakati sebelumnya.
"Para mediator dapat menyampaikan pesan dari pihak Amerika kepada kami mengenai perkembangan terkini di kawasan tersebut. Tetapi saat ini, kami tidak terlibat dalam negosiasi apa pun dengan Amerika Serikat," kata Esmaeil Baqaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran.
Baqaei menambahkan bahwa fokus utama pemerintahannya saat ini adalah menjaga keamanan wilayah dan mengamankan jalur pelayaran strategis dari ancaman luar.
"Kami masih saling bertukar pesan, tetapi prioritas kami saat ini adalah mempertahankan kedaulatan, integritas wilayah, dan rakyat Iran," kata Esmaeil Baqaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan keterbukaan untuk membuka kembali opsi kompromi setelah menghentikan gelombang serangan udara baru.
"Kami sedang berbicara dengan mereka sekarang. Saya rasa mereka semakin serius," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Sementara itu, Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine memberikan klarifikasi terkait tuduhan serangan terhadap fasilitas sipil di wilayah Iran selatan.
"Minta Iran untuk bersiap," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Pemerintah AS membantah tuduhan pengeboman infrastruktur sipil dan menegaskan seluruh sasaran operasi militer difokuskan pada logistik tempur Iran di sekitar Selat Hormuz.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow