Pangeran Haakon Naik Takhta Norwegia Usai Raja Harald V Meninggal
Putra Mahkota Haakon resmi naik takhta menjadi Raja Norwegia setelah sang ayah, Raja Harald V, meninggal dunia dalam usia 89 tahun di Oslo pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 06.35 waktu setempat.
Kematian penguasa tertua di Eropa tersebut diumumkan secara resmi melalui situs web Rumah Tangga Kerajaan Norwegia. Raja Harald V mengembuskan napas terakhir usai menjalani perawatan medis akibat penumpukan cairan tubuh yang dipicu gangguan darah serta infeksi.
Meninggalnya Raja Harald V meninggalkan duka mendalam bagi istrinya, Ratu Sonja, dua orang anak, serta lima cucu. Menyusul perubahan takhta ini, Putri Ingrid Alexandra yang merupakan putri sulung Haakon kini secara resmi menjadi pewaris utama takhta Kerajaan Norwegia.
Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre menyatakan bahwa seluruh rakyat merasakan kehilangan yang amat besar atas kepergian monarki yang telah memimpin selama 35 tahun tersebut.
"Seluruh bangsa sedang berduka," kata Jonas Gahr Støre, Perdana Menteri Norwegia.
Pemerintah Norwegia langsung menetapkan masa berkabung nasional. Warga melayat ke depan Istana Kerajaan di Oslo, sementara deretan ucapan duka mengalir dari berbagai pemimpin negara serta keluarga kerajaan Swedia, Denmark, dan Inggris.
"Keluarga kami berduka atas seorang sahabat yang kebaikan, belas kasih, dan rasa tanggung jawabnya yang mendalam bergema dari seberang lautan dan melintasi dekade," kata Charles, Raja Inggris.
Belasungkawa serupa juga disampaikan oleh monarki dari negara tetangga yang mengenang sosok mendiang semasa hidupnya.
"Seorang pria baik dengan binar di matanya dan hati yang besar," kata Frederik, Raja Denmark.
Raja Haakon yang kini memimpin Norwegia memiliki latar belakang pendidikan militer dan internasional yang kuat. Ia menamatkan pendidikan di Akademi Angkatan Laut Kerajaan Norwegia pada 1995, meraih gelar sarjana ilmu politik dari University of California, Berkeley, serta menyelesaikan gelar magister studi pembangunan di London School of Economics and Political Science.
Sebelum resmi menjadi raja, Haakon sudah sering bertindak sebagai pemangku adat atau penguasa sementara saat kesehatan ayahnya menurun. Ia juga berpengalaman dalam misi diplomatik internasional, termasuk memimpin kunjungan kenegaraan ke Azerbaijan pada 2011 untuk bertemu Presiden Ilham Aliyev guna membahas kerja sama energi dan perdagangan.
Transisi kepemimpinan ini terjadi di tengah dinamika internal keluarga kerajaan. Ratu Consort Mette-Marit mengalami masalah kesehatan dalam beberapa tahun terakhir, sementara putranya dari hubungan sebelumnya baru-baru ini dijatuhi hukuman empat tahun penjara atas kasus hukum.
Raja Harald V sendiri naik takhta pada tahun 1991 di usia 53 tahun setelah kepergian ayahnya, Raja Olav V. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai atlet layar yang pernah berlaga mewakili Norwegia di tiga ajang Olimpiade Musim Panas, yakni Tokyo 1964, Mexico City 1968, dan Munich 1972.
Ia juga memodernisasi tradisi kerajaan dengan menikahi rakyat biasa, Sonja Haraldsen, pada 29 Agustus 1968 setelah berkencan selama sembilan tahun. Aturan suksesi Kerajaan Norwegia kemudian diubah pada 1990 untuk memungkinkan anak sulung dari penguasa menerima takhta tanpa memandang jenis kelamin.
Pada 2022, putri sulung Harald, Putri Märtha Louise, memutuskan mundur dari tugas-tugas resminya di kerajaan.
"Dia telah menjalankan tugasnya dengan penuh kepedulian, kehangatan, dan komitmen yang besar," kata Harald V, Raja Norwegia.
Masa berkabung nasional di Norwegia masih berlangsung seiring persiapan upacara pemakaman resmi kerajaan yang akan diumumkan oleh pihak istana.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow