Dinas Pariwisata Mataram Catat Penurunan Kunjungan Destinasi Unggulan

Smallest Font
Largest Font

Kunjungan ke destinasi unggulan di Kota Mataram mengalami penurunan yang diduga akibat warga lebih memilih nongkrong di kafe ketimbang berwisata ke tempat wisata, kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra, dilansir dari Detik Travel.

Menurut Cahya, banyaknya lokasi tongkrongan baru membuat pengunjung terbagi dan terserap ke kafe-kafe tersebut. Selain itu, efisiensi anggaran menyebabkan beberapa event pariwisata besar seperti Festival Reggae dan Festival Duren tidak digelar tahun ini.

"Tantangannya memang tongkrongan-tongkrongan ini semakin banyak di Kota Mataram. Positifnya banyak spot (kafe) baru, tapi ini membuat pengunjung terserap dan terbagi ke beberapa lokasi," ujar Cahya Samudra, Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram.

Efisiensi anggaran berdampak pada penyelenggaraan event pariwisata yang lebih sedikit. "Tahun ini hanya ada peresean saja," tambah Cahya.

Penurunan kunjungan juga memengaruhi realisasi retribusi sektor pariwisata di Mataram. Dari target Rp 800 juta, realisasi hingga Agustus baru sekitar 30 persen dan masih di bawah 50 persen, karena kunjungan menurun dan lapak pedagang belum terisi penuh.

"Capaian (retribusi) sampai Agustus masih sekitar 30 persen. Kunjungan berkurang dan pedagang belum penuh mengisi lapak. Sementara target dihitung berdasarkan kapasitas total lapak," kata Cahya.

Meski demikian, Dinas Pariwisata Mataram terus mengupayakan peningkatan retribusi melalui berbagai program, seperti pembenahan fasilitas dan kolam hias di Taman Loang Baloq, rehabilitasi lapak pedagang, serta penguatan event peresean, Ampenan Heritage Walk, dan Friday Relax.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed