PB Djarum Gelar Tahap Turnamen Audisi Umum 2026 di Kudus

Smallest Font
Largest Font

Fase turnamen Audisi Umum PB Djarum 2026 resmi bergulir di Kudus mulai Jumat (11/9/2026) hingga Minggu (13/9/2026) setelah menyelesaikan tahap penyaringan awal. Sebagaimana dilansir dari Bola, ajang ini membuka kesempatan bagi para atlet muda untuk meraih super tiket menuju tahap karantina.

Persyaratan kelulusan otomatis ditetapkan berdasarkan capaian kompetisi. Atlet putra wajib menembus babak semifinal atau final untuk mengamankan super tiket, sedangkan peserta putri harus berhasil mencapai partai puncak.

Selain lewat jalur kompetisi murni, tim pencari bakat menyiapkan alokasi super tiket khusus bagi peserta yang gagal melangkah ke semifinal tetapi dinilai menyimpan potensi besar. Anggota tim pencari bakat PB Djarum, Tontowi Ahmad, menjelaskan kriteria penilaian teknis bagi peserta yang diloloskan melalui jalur pilihan tersebut.

"Kalau saya pribadi, tentu melihat bagaimana cara dia bermain, bagaimana dia melakukan pukulan, gerakan footwork-nya," kata Tontowi Ahmad, Legenda PB Djarum dan bulutangkis Indonesia.

Pengamatan performa di lapangan tidak semata-mata berpatokan pada hasil akhir pertandingan. Kegigihan serta kualitas teknik pukulan tetap menjadi bahan pertimbangan utama pencari bakat dalam menjaring talenta muda.

"Kalau dari pukulannya sudah bagus, sudah ngotot, tapi harus kalah, itu semua tetap bisa jadi potensi yang kami lihat. Jadi enggak mesti yang menang yang berpotensi menurut saya," ujar Tontowi Ahmad.

Ia membagikan pengalamannya saat menyeleksi peserta di daerah lain sebagai bukti bahwa kekalahan di babak awal tidak menutup peluang atlet untuk lolos.

"Sebagai contoh, ketika saya di Pekanbaru. Saya melihat di delapan besar ada yang bagus dan saya kasih super tiket. Saya melihat potensinya. Jadi nanti di sini, jika ada yang kalah di delapan besar atau 16 besar, jangan berkecil hati, siapa tahu sebenarnya tetap berpotensi," tutur Tontowi Ahmad.

Di samping evaluasi pemain, ajang tahunan ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pembina dan orang tua sebagai tolok ukur pengembangan kemampuan atlet secara berkala.

"Kegiatan seperti ini, audisi seperti ini, harus bisa menjadi patokan bagi peserta, bagi pelatih dan orang tua. Jadi orang tua dan pelatih bisa melihat patokannya sampai di mana. Kalau mau meningkatkan skill sampai di mana," kata Tontowi Ahmad.

Penetapan standar kemampuan dasar menjadi langkah krusial agar persiapan para atlet muda menghadapi ajang seleksi berikutnya dapat berjalan lebih terarah.

"Jadi bukan hanya sekadar ikut audisi, tetapi orang tua dan pelatih bisa membantu menetapkan batas bawah di mana skill anak-anaknya, sehingga itu bisa menjadi ukuran kemampuan agar anak-anak bisa memiliki kans yang lebih besar," ujar Tontowi Ahmad.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed