PBESI Gandeng Garmin Terapkan Sports Science untuk Timnas Esports
Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) menggandeng Garmin untuk menerapkan teknologi sports science pada Pemusatan Latihan Nasional Timnas Esports Indonesia di Jakarta, Kamis (27/8/2026), sebagai persiapan menghadapi kompetisi internasional termasuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, seperti dilansir dari Detik iNET. Melalui kemitraan ini, Garmin menyediakan 50 unit smartwatch Garmin vívoactive 6 serta akses ke dasbor analitik Garmin Clipboard guna memantau kondisi fisik, tingkat stres, hingga kualitas tidur para atlet selama menjalani latihan. Business Development Manager Garmin Health Indonesia David Hartono menegaskan bahwa kolaborasi ini menguji keandalan sistem analisis pemantauan kesehatan profesional.
"Kemitraan bersama PBESI jauh melampaui sekadar pengadaan wearable, ini adalah pembuktian kapabilitas ekosistem enterprise Garmin Health," ujar David Hartono, Business Development Manager Garmin Health Indonesia.
Perangkat tersebut memanfaatkan sensor Garmin Elevate dan teknologi Firstbeat Analytics untuk mengukur denyut jantung serta Heart Rate Variability (HRV). Fitur tambahan seperti Body Battery, Sleep Score, dan Stress Tracking turut memantau pemulihan energi atlet esports yang menghadapi beban kognitif tinggi. Marcom Manager Garmin Indonesia Rian Krisna menyampaikan pentingnya pengawasan kebiasaan harian di luar arena laga demi menjaga stabilitas performa.
"Melalui Body Battery, Stress Tracking, Sleep Score dan berbagai insight kesehatan pada vívoactive 6, atlet dapat lebih memahami pola energi, stres, dan pemulihan mereka sehari-hari," kata Rian Krisna, Marcom Manager Garmin Indonesia. Seluruh data kebugaran ditarik secara nirkabel ke dasbor Garmin Clipboard agar tim pelatih dapat mengukur tingkat kelelahan, kesiapan scrimmage, serta mengatur porsi porsi kekuatan fisik atlet tanpa perlu memeriksa jam tangan satu per satu.
Pelatih Kepala Timnas Esports Indonesia Richard Permana menyoroti persaingan tingkat tinggi di arena internasional yang menuntut kondisi fisik optimal. "Di level kompetisi global seperti Asian Games, kemampuan mekanik in-game saja tidak cukup. Kita berhadapan dengan margin of error sepersekian detik yang sangat bergantung pada kondisi fisik dan mental atlet," ujar Richard Permana, Pelatih Kepala Timnas Esports Indonesia. Pemanfaatan data kesehatan terpadu ini diharapkan mampu mencegah kelelahan mental (burnout) sehingga Timnas Esports Indonesia dapat memenuhi target raihan medali emas pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow