Pemerintah Mulai Bangun PLTS 30 GW Tahap Pertama Tahun 2026
Pemerintah Indonesia menjadwalkan dimulainya pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 30 gigawatt (GW) pada tahun 2026. Proyek ini merupakan bagian awal dari program 100 GW yang diusung Presiden Prabowo Subianto, seperti dilansir dari Detik Finance.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa proses lelang proyek tahap awal ini segera dibuka setelah pembahasan bersama PT PLN (Persero).
"Tahun ini, kita akan sudah mulai di tahun 2026, kita akan mulai masuk tahap pertama dengan pembangunan 30 gigawatt. Ini dengan Pak Darmawan mana tadi, Pak Dirut PLN ya, kita sudah bahas. Tendernya kita akan mulai lakukan sekarang," ujar Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
Pemerintah memprioritaskan akselerasi PLTS untuk memperkuat ketahanan bauran energi nasional. Langkah strategis ini diambil guna menekan besarnya volume impor minyak mentah yang selama ini membebani neraca energi dalam negeri.
Bahlil mengungkapkan bahwa produksi minyak mentah nasional saat ini belum mencukupi kebutuhan domestik.
"Lifting kita sampai dengan sekarang tidak lebih dari 600-610 ribu barrel. Konsumsi kita itu 1,5-1,6 juta barrel. B50 itu mampu mengkonversi kurang lebih sekitar 300 ribu sampai 390 ribu barrel. Rata-rata kita masih membutuhkan impor kurang lebih sekitar 700 ribu barrel per tahun," ujar Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
Lokasi awal peresmian megaproyek PLTS 100 GW tersebut direncanakan bakal dipusatkan di Provinsi Bali. Kepastian tanggal pelaksanaan masih menyesuaikan dengan agenda kegiatan Presiden Prabowo Subianto.
"Nanti saya lagi usahakan meminta jadwal Bapak Presiden untuk kita peresmian tahap pertama terhadap PLTS 100 gigawatt tahap pertama. Mungkin kita akan buat di Bali," ujar Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
Program pendorongan energi terbarukan sebesar 100 GW telah secara resmi dimasukkan ke dalam revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034.
"Kan kita buat masterplan dengan perencanaan," ujar Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow