Pemerintah Tambah Alokasi Beras SPHP Medium Jadi 1 Juta Ton Hingga 2026

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah menambah alokasi penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Medium hingga 1 juta ton sampai akhir 2026 untuk mempertebal stok di pasar akibat produksi beras menurun karena kemarau panjang, dilansir dari Detik Finance.

Penambahan ini menjadi tambahan dari alokasi sebelumnya yang sebesar 828.000 ton, sehingga total beras SPHP yang disalurkan melalui Perum Bulog mencapai 1,82 juta ton pada tahun ini.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa penambahan pasokan ini diperlukan karena produksi beras petani pada musim gadu tahun ini sangat tipis akibat kemarau kering yang hampir tidak ada hujan.

"Tahun ini kering, tidak ada, hampir tidak ada lagi sawah petani yang produksi yang kita sebut paceklik atau gadu ya. Jadi nggak ada produksi," ujar Zulhas dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026).

Zulhas menjelaskan bahwa alokasi tambahan 1 juta ton SPHP Medium ini khusus untuk tiga bulan terakhir tahun 2026, yaitu Oktober hingga Desember, mengingat tidak adanya panen akibat kemarau panjang.

"Kemarin 828.000, sudah tinggal 80.000 lagi, medium ya SPHP itu. Kita tambah lagi tadi 1 juta, 1 juta SPHP medium. Jadi beras yang subsidi yang dijual di pasar kira-kira harganya 12 ribu, 12.500 paling mahal," tambah Zulhas.

Menurut Zulhas, penambahan alokasi ini juga bertujuan menekan kenaikan harga beras yang terjadi akibat pasokan beras domestik yang menurun.

"Karena supply and demand, tidak ada produksi, pasti harganya naik. Ada naik Rp 100-200. Nah untuk merespons itu, maka kami baru saja rapat memutuskan, kita tambah suplainya untuk yang beras subsidi, yang kita kenal dengan SPHP," jelasnya.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramali, mengungkapkan bahwa kuota tambahan ini jauh melampaui usulan awal Bulog yang hanya sebesar 400.000 ton untuk mengamankan stok beras menghadapi akhir tahun dan hari besar keagamaan.

"Beras SPHP alokasi penambahannya, awalnya kami mengajukan 400.000 ton untuk mengantisipasi karena beras SPHP sekarang yang ada di gudang-gudang Bulog tinggal sekitar 100.000 ton untuk menghadapi bulan September, Oktober, November, Desember," ujar Ahmad.

Ahmad menambahkan bahwa penambahan kuota menjadi 1 juta ton didukung pemerintah untuk mengantisipasi kebutuhan stok yang meningkat pada akhir tahun.

"Karena di akhir tahun biasanya ada hari kebesaran agama, maka perlu kebutuhan lebih besar. Kami ajukan lebih kurang 400.000 ton, malah didukung oleh pemerintah 1 juta ton," sambungnya.

Rizal juga menyampaikan bahwa pasokan tambahan ini akan memperkuat ketahanan stok nasional sampai masa panen raya pada Maret 2027.

"Kan di bulan Januari, bulan Februari itu kan belum ada panen. Panen nanti di bulan Maret. Oleh karena itu yang usulan kami dari 400.000 dilipat-gantakan menjadi 1 juta sampai 2027, sampai di awal panen bulan Maret nanti," tuturnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed