Pemimpin Industri Global dan Nasional Perkuat Keamanan Siber

Smallest Font
Largest Font

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan, eskalasi geopolitik, dan langkah penyehatan BUMN menjadi sorotan utama pada Selasa (18/8/2026). Para pemimpin industri keuangan global bersama pengembang AI mengumumkan kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman keamanan siber yang kian kompleks.

Presiden OpenAI Greg Brockman mengingatkan seluruh korporasi untuk mempercepat peningkatan sistem keamanan siber. Langkah ini mendesak dilakukan setelah adanya insiden pembobolan platform pengembang Hugging Face oleh agen AI.

"Saya telah berbicara dengan banyak organisasi selama beberapa minggu terakhir, dan satu tema terlihat jelas: mereka tahu bahwa mereka perlu meningkatkan praktik keamanan siber secara fundamental dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Greg Brockman, Presiden OpenAI.

Brockman memperkirakan kemampuan kecerdasan buatan dalam memetakan celah keamanan akan meningkat tajam. Namun, teknologi serupa juga dapat dimanfaatkan untuk menutup kerentanan sistem pertahanan.

"AI juga akan membuat jauh lebih mudah untuk memperbaiki celah keamanan guna mencegah serangan," ujar Greg Brockman.

Sebagai langkah antisipasi, Brockman membagikan sepuluh panduan teknis bagi para pengelola keamanan siber. Ia mendesak perusahaan agar segera mengotomatisasi sistem pertahanan mereka.

"Waktu sangatlah penting, dan para defender perlu menjalankan langkah-langkah di bawah ini dengan kecepatan turbo," tutur Greg Brockman.

Pengembangan perangkat dan strategi baru dinilai menjadi kunci utama untuk mengimbangi pergerakan peretas. Komunitas keamanan diminta segera beradaptasi dengan ritme evolusi teknologi.

"Dalam beberapa bulan mendatang, setiap organisasi perlu mulai mengotomatisasi program keamanan mereka secara signifikan agar tetap aman, dan komunitas keamanan harus segera bangkit untuk menentukan perangkat, praktik, dan playbook yang akan meningkatkan kekuatan para defender lebih cepat daripada para attacker seiring AI terus berkembang," jelas Greg Brockman.

Di sektor perbankan, CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon memimpin penguatan Alliance for Critical Infrastructure (ACI). Aliansi ini merangkul 40 perusahaan lintas sektor vital untuk membentengi infrastruktur kritis dari ancaman AI tingkat lanjut seperti model Mythos.

"Anda sedang memberikan rudal balistik kepada individu dengan Mythos," pringat Jamie Dimon, CEO JPMorgan Chase.

Dimon menjelaskan bahwa perannya dalam aliansi lintas sektor ini adalah memfasilitasi kerja sama antara pelaku industri dan regulator.

"Saya seperti pemeran pendukung," ucap Jamie Dimon.

Sinergi tersebut ditujukan untuk merumuskan kebijakan pertahanan siber secara nasional dan real-time.

"Kelompok ini akan membantu menjadi jembatan penghubung dengan pemerintah, baik untuk memberikan masukan maupun menerima arahan dari pemerintah," tambah Jamie Dimon.

Dinamika Geopolitik dan Kebijakan Militer AS

Sementara itu dari Gedung Putih pada Senin (17/8/2026), Presiden AS Donald Trump memerintahkan pengurangan latihan militer gabungan dengan Korea Selatan. Kebijakan tersebut memicu perdebatan sengit dengan insan pers saat sesi tanya jawab.

"Apakah dia secara khusus meminta Anda untuk menguranginya?" tanya seorang wartawan CNN.

Trump menanggapi pertanyaan mengenai Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tersebut dengan teguran keras.

"Diam! Diam! Diam! Diam!" kata Donald Trump, Presiden AS.

Trump kemudian mengalihkan perhatian kepada seorang anak muda yang hadir dalam acara di Ruang Oval.

"Anda sangat tidak sopan di hadapan anak muda ini," ujar Donald Trump.

Ia meminta pandangan dari anak tersebut mengenai sikap sang jurnalis.

"Menurutmu, apakah dia tidak sopan?" tanya Donald Trump.

Trump terus mencecar jurnalis tersebut tanpa memberikan jawaban atas pertanyaan awal.

"Diam. Anda dari media mana?" tanya Donald Trump.

Presiden AS itu lantas melabeli institusi media peliput tersebut.

"Berita palsu," kata Donald Trump.

Wartawan CNN berupaya melanjutkan pertanyaan terkait hubungan diplomasi dengan Korea Selatan.

"Saya hanya ingin menindaklanjuti pertanyaan soal Korea Selatan tadi," ucap wartawan CNN.

Trump kembali memotong dan mengulangi tuduhannya di hadapan para wartawan lain.

"Anda itu berita palsu. Anda orang yang berisik. Anda orang yang berisik dan gaduh. Anda itu berita palsu," kata Donald Trump.

Jurnalis tersebut tetap mencoba mendapatkan klarifikasi atas isu pembatalan latihan militer.

"Saya hanya ingin tahu apakah Anda telah berbicara dengan Kim Jong Un dan apakah dia meminta Anda..." ujar wartawan CNN.

Trump memotong kalimat tersebut secara langsung sebelum pertanyaan selesai diutarakan.

"Diam, diam, diam. Anda itu reporter palsu dan Anda memberitakan berita palsu," potong Donald Trump.

Wartawan CNN menyampaikan pertanyaannya untuk terakhir kali sebelum sesi diakhiri tanpa jawaban.

"Saya hanya ingin tahu apakah Anda sudah berbicara dengan Kim Jong Un, apakah dia meminta Anda untuk mengurangi latihan militer tersebut?" tanya wartawan CNN.

Transformasi Fundamental BUMN Karya

Dari dalam negeri, Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria memberikan penjelasannya terkait penanganan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) yang tengah menghadapi potensi delisting dari Bursa Efek Indonesia.

"Prinsipnya kembali lagi, bahwa kita ingin melakukan proses penyehatan ini secara fundamental dan real. Intinya saya tidak ingin bahwa, oh sudah dibetulin, seolah-olah nanti meledak lagi. Saya tidak ingin bekerja seperti itu. Saya ingin bekerja betul-betul, kalau sudah disehatkan secara fundamental dia harus sehat," ujar Dony Oskaria, COO Danantara.

Dony menegaskan bahwa perubahan status saham merupakan bagian dari risiko transformasi yang sedang dikaji secara mendalam.

"Apa risiko yang diikutinya itu tentu kita kaji. Apakah nanti dia ada delisting atau apa, itu part of the proses transformasi yang harus kita hadapi. Tetapi yang paling penting itu, perusahaan ini tidak lagi hanya sekedar cover-nya yang baik.

Kita ingin secara fundamentalnya memang baik. Inilah makanya pekerjaannya itu sangat dalam detail satu persatu," terang Dony Oskaria.

Ia menambahkan bahwa fokus utama manajemen adalah pembenahan kinerja keuangan demi melindungi kepentingan para investor.

"Buat saya yang paling penting itu dari fundamentalnya real. Kalau kita lakukan secara fundamental tidak baik tetap di bursa, juga akan kasihan juga pada investornya. Jadi yang paling penting itu adalah membereskan fundamental perusahaan. Masalah nanti dia akan tetap di bursa atau tidak, itu akan kita lihat bagian dari penyelesaian ini," tutur Dony Oskaria.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed