Pemkot Balikpapan Siapkan TPS Pasca-Kebakaran Ratusan Kios Pasar Sepinggan
Pemerintah Kota Balikpapan mulai menyiapkan tempat penampungan sementara bagi para pedagang terdampak musibah kebakaran yang menghanguskan 230 petak kios di Pasar Sepinggan, Balikpapan Selatan, Jumat (31/7/2026) pagi.
Langkah darurat berupa pembangunan tempat penampungan sementara (TPS) tersebut dirancang agar aktivitas perekonomian warga dapat segera kembali berjalan. Selain penanganan darurat, Dinas Perdagangan Kota Balikpapan menyusun rencana revitalisasi pasar yang beroperasi sejak era 1970-an itu.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan Haemusri Umar menjelaskan bahwa pembangunan TPS memerlukan waktu sekitar satu bulan dan hanya diperuntukkan bagi pedagang yang benar-benar aktif berjualan.
"Setelah pendinginan selesai akan dibuat berita acara, kemudian dilanjutkan rekonstruksi oleh Polres. Setelah itu kami lakukan pembersihan sambil mengurus pembiayaan pembangunan TPS," kata Haemusri Umar, Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan.
Selama masa pembuatan TPS berjalan, pihak dinas menyarankan para pedagang untuk memanfaatkan pelataran pasar atau area kosong di sekitarnya secara sementara.
"Yang dibuatkan tempat sementara hanya pedagang yang terdampak. Nanti akan didata lagi berapa pedagang yang benar-benar aktif berjualan di lokasi itu," ujar Haemusri Umar, Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan.
Ia mengimbau para pedagang untuk bersabar menghadapi kondisi darurat pascakompleks pertokoan tersebut terbakar.
"Pembangunan TPS bisa memakan waktu sekitar satu bulan. Harapan kami pedagang bersabar. Untuk sementara masih bisa berjualan di pelataran pasar atau memanfaatkan lahan kosong yang ada karena kondisinya memang darurat," katanya Haemusri Umar, Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan.
Ia menyoroti tidak tersedianya alat pemadam api di lokasi kejadian yang mempercepat penyebaran kobaran api ke bangunan kayu sekitarnya.
"Kami masih melakukan investigasi. Selanjutnya kami berkoordinasi dengan BPBD untuk dikonsultasikan kepada kepolisian terkait apa sebenarnya penyebab utama terjadinya kebakaran di Pasar Sepinggan," beber Haemusri Umar, Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan.
Dinas Perdagangan berencana meninjau ulang dokumen Detail Engineering Design guna mengajukan proses perizinan perbaikan pasar.
"Dari aspek keamanan tidak ditemukan APAR untuk melakukan penanganan awal. Akibatnya pedagang panik dan api tidak bisa segera dikuasai hingga merembet ke beberapa petak kios," katanya Haemusri Umar, Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan.
Proses pemadaman di area pasar sempat mengalami hambatan akibat jalur jalan yang sempit serta tingginya mobilitas pedagang yang berupaya menyelamatkan barang.
"DED sudah ada, tetapi perlu direview kembali, kemudian dilengkapi proses perizinan dan administrasinya. Kalau semuanya sudah lengkap baru kami usulkan untuk revitalisasi. Saat ini masih sebatas rencana, tetapi pasar ini memang perlu direvitalisasi," ujarnya Haemusri Umar, Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Balikpapan mendistribusikan 15 armada pemadam bersama bantuan dari instansi TNI, Polri, Brimob, Pertamina Hulu Mahakam, dan para relawan.
"Begitu menerima informasi, kami langsung mengerahkan seluruh unit dari berbagai sektor. Kami juga dibantu TNI, Polri, Brimob, Ditsamapta Polda Kaltim, Pertamina Hulu Mahakam, serta unsur relawan," papar Usman Ali, Kepala BPBD Kota Balikpapan.
Petugas di lapangan mengisolasi kobaran api dari bangunan pertokoan lain sebelum memulai fase pendinginan lokasi.
"Dalam upaya pemadaman, kami terhambat akses menuju lokasi kebakaran yang cukup sempit, ditambah aktivitas warga yang berusaha menyelamatkan barang-barang mereka," jelas Usman Ali, Kepala BPBD Kota Balikpapan.
Pendataan jumlah pasti kerugian material serta pencarian sisa titik api terus dilakukan petugas hingga area dinyatakan aman.
"Nanti pendataan lebih lanjut akan dilakukan bersama pihak pengelola pasar setelah kondisi benar-benar aman," katanya Usman Ali, Kepala BPBD Kota Balikpapan.
Penyelidikan teknis terkait asal muasal api diserahkan sepenuhnya kepada unit Satreskrim Polresta Balikpapan.
“Untuk penyebab pastinya nanti akan disampaikan oleh tim Inafis dan Satreskrim Polresta Balikpapan setelah proses penyelidikan selesai,” ujar Usman Ali, Kepala BPBD Kota Balikpapan.
Insiden kebakaran pertama kali disadari oleh pedagang lokal bernama Nursalam yang awalnya menduga kepulan asap timbul dari pembakaran sisa wadah telur.
“Awalnya saya kira hanya orang membakar rak telur. Jadi saya tidak terlalu curiga,” ujar Nursalam, Pedagang Pasar Sepinggan.
Kecurigaan muncul akibat menyebarnya bau karet yang disusul penampakan api di bagian plafon tempat penyimpanan es batu.
“Pas saya cek, ternyata api sudah ada di atas plafon. Bau karetnya juga sudah sangat kuat,” katanya Nursalam, Pedagang Pasar Sepinggan.
Upaya pencarian alat pemadam di area sekitar tempat usaha tersebut tidak membuahkan hasil.
“Saya sempat cari APAR, tapi tidak ada yang bisa dipakai. Api sudah cepat sekali membesar,” tuturnya Nursalam, Pedagang Pasar Sepinggan.
Akibat peristiwa tersebut, enam petak toko milik Nursalam yang menjual peralatan sepatu ludes dengan taksiran kerugian mencapai puluhan juta rupiah.
“Semuanya habis. Enam petak punya saya terbakar semua. Tidak ada yang sempat diselamatkan,” ucap Nursalam, Pedagang Pasar Sepinggan.
Di tengah proses pendinginan oleh petugas pemadam, aksi kepedulian ditunjukkan oleh pedagang jajanan tradisional bernama Mama Ica yang membagikan makanan gratis kepada petugas gabungan.
"Saya jual keliling. Memang setiap hari jualan kue," ujarnya Mama Ica, Pedagang Wadai.
Makanan yang dibagikan merupakan kumpulan produk dari para pemilik lapak lain yang menyepakati agar sisa kue disalurkan kepada relawan.
"Yang punya kue bilang, nggak usah dijual lagi. Bagikan saja kepada teman-teman yang membantu di sini. Daripada nggak ada yang makan. Ini gabungan kue dari pedagang-pedagang yang jualan di sini," katanya Mama Ica, Pedagang Wadai.
Penjual keliling tersebut menyatakan tidak keberatan membagikan kue dagangannya meski berpotensi kehilangan keuntungan penjualan harian.
"Kalau 100 biji, saya dapat bagian sekitar Rp10 ribu. Terpenting uang pemilik kue kembali," tuturnya Mama Ica, Pedagang Wadai.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya keras para petugas yang berjuang memadamkan kobaran api.
"Saya ikhlas. Daripada enggak terjual juga, lebih baik dibagikan kepada mereka yang sudah membantu sejak pagi," ucap Mama Ica, Pedagang Wadai.
Ia berharap pihak berwenang dapat segera memulihkan fasilitas pasar agar seluruh pedagang bisa beraktivitas kembali.
"Namanya Allah menghendaki seperti ini, ya kita pasrah saja. Setengah jam saja semuanya bisa habis," katanya Mama Ica, Pedagang Wadai.
Hingga saat ini belum dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa kebakaran Pasar Sepinggan tersebut.
"Mudah-mudahan nanti kami masih bisa berjualan lagi di sini dan diberikan tempat untuk mencari rezeki," harap Mama Ica, Pedagang Wadai.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow