Polisi Tangkap Mantan Atlet Olimpiade Terkait Kerusakan Reflecting Pool
Kepolisian Taman AS menangkap mantan atlet dayung olimpiade Amerika Serikat, David Hearn, pada Jumat atas dugaan perusakan properti pemerintah setelah menyentuh lapisan cat yang mengelupas di kolam ikonik Reflecting Pool, Washington DC.
Proyek pembenahan kolam bersejarah di National Mall tersebut menelan biaya hingga 14 juta dolar AS demi menyambut peringatan hari kemerdekaan ke-250 Amerika Serikat pada 4 Juli mendatang. Namun, renovasi garapan pemerintahan Presiden Donald Trump ini justru memicu masalah baru berupa pertumbuhan alga hijau yang masif dan pengelupasan material cat berwarna biru bendera Amerika di dasar kolam.
Hearn, yang kini berusia 67 tahun, membantah keras tuduhan destruktif tersebut dan menyatakan dirinya hanya didasari rasa penasaran sebagai warga negara biasa saat sedang bersepeda sejauh 52 mil.
"I can tell you that no, I didn’t take anything away." kata Hearn kepada WUSA9.
Pria asal Bethesda itu menambahkan bahwa dirinya merasa dijadikan contoh politik akibat kontroversi yang menyelimuti kolam tersebut.
"There wasn’t any part of that that was damaged by my hand." lanjut Hearn.
Dia mengaku sempat ditahan selama lima jam di Hains Point tanpa diberikan kesempatan untuk menelepon, dan berharap seluruh dakwaan dibatalkan pada persidangan 9 July nanti.
"I didn't destroy, rip, tear, peel, or remove any part" tegas Hearn kepada BBC News pada Sabtu.
Dirinya menilai proses hukum yang dihadapinya merupakan bentuk tuntutan yang sewenang-wenang dan tidak berdasar.
"The condition of any part of the reflecting pool didn't change." tutur Hearn.
Ia mengklaim kondisi kolam tetap sama persis seperti sebelum dirinya mendekat.
"It wasn't affected. It was the same before I got there as when I walked away from it." jelas Hearn.
Mantan atlet yang pernah berkompetisi di tiga Olimpiade Musim Panas ini menyampaikan pembelaan serupa kepada media CNN.
"I didn't vandalize anything," ujar Hearn kepada David J. Lynch dari Washington Post.
Hearn mengaku langsung diborgol oleh petugas sesaat setelah dirinya menyentuh ujung material yang mengapung.
"I didn't destroy or break or peel anything. By the time I realized what was going on, I was being put in handcuffs." aku Hearn.
Meskipun ada laporan yang menyebut dirinya sempat memegang selang pengolahan alga, Hearn menampik hal tersebut.
"I reached in there, and I was able to grab the end of that flapping piece, the already peeling piece," ungkap Hearn.
Ia memastikan material tersebut sudah dalam kondisi mengelupas dari dasar kolam saat disentuh.
"It was still attached to the bottom. I didn't remove anything." kata Hearn.
Pemerintahan Donald Trump merespons insiden di kawasan monumen tersebut dengan narasi keras. Melalui platform Truth Social, Trump menuding kelompok sayap kiri radikal berada di balik kerusakan fasilitas negara itu.
“The algae is 75% gone, and the condition will soon be completely remedied, and the area that was vandalized, fortunately, is just a small area of damage, and will be fixed early next week. It’s a shame that the Radical Left Lunatics, most likely Dumocats, who have spent their lives trying to ruin our Country, are free to do so. Law Enforcement is actively investigating this situation, and will hopefully have it resolved soon. Thank you for your attention to this matter!” tulis Trump.
Pihak kepolisian melaporkan telah mengantongi belasan aduan terkait perusakan serupa oleh para pengunjung.
“The Reflecting Pool was never so beautiful as it was just one week ago,” ucap Trump.
Dalam penerbangan helikopter dari Camp David pada hari Minggu, Trump kembali meluapkan kekesalannya setelah memantau situasi dari udara.
"work will begin immediately on fixing the seriously vandalized Reflecting Pool" tulis Trump di media sosialnya.
Ia juga mempertanyakan motif orang-orang yang merusak estetika kolam nasional tersebut.
"I just inspected it, and could only say to myself, and those gathered around me, WOW, who would do such a thing? SICK, DERANGED PEOPLE!" tambah Trump.
Tindakan tegas juga disuarakan oleh Jaksa Wilayah AS untuk Washington DC, Jeanine Pirro, yang memastikan seluruh pelaku vandalisme akan diproses secara pidana.
"Anyone who is in a position of vandalising or attempting to vandalise will face the criminal justice system in DC," tegas Pirro kepada Fox News.
Hingga saat ini, pejabat senior administrasi mengonfirmasi kepada CBS dan BBC bahwa total ada lima orang yang telah ditahan serta lima orang lainnya mendapatkan surat tilang federal akibat gelombang vandalisme ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow