Tim SAR Perluas Pencarian ASN Pemkot Bogor Hingga 1 Komma 2 Kilometer

Smallest Font
Largest Font

Tim SAR gabungan memperluas area pencarian terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Bogor, Bayu Zulkarnain (36), hingga radius 1,2 kilometer di sepanjang aliran Sungai Cisadane, Sabtu (15/8/2026). Korban diduga terjatuh dari jembatan di kawasan Cipaku, Bogor Selatan, saat perjalanan pulang kerja pada Kamis (13/8/2026) malam.

Proses pencarian memasuki hari ketiga dengan melibatkan sekitar 100 personel relawan dari Basarnas, BPBD, Damkar, hingga RAPI. Sepeda motor milik korban ditemukan warga tergeletak di ujung jembatan dengan kondisi lampu masih menyala, sementara tas, helm, dan laptop korban ditemukan mengambang di permukaan air sekitar 100 hingga 200 meter dari titik awal dugaan jatuh.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, memberikan keterangan mengenai dimulainya kembali operasi pencarian pada hari ketiga.

"Pagi ini dilakukan operasi SAR hari ketiga sudah dimulai," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko.

Ia menyampaikan bahwa petugas terus melanjutkan tindakan penyisiran dan penyelaman yang jangkauannya terus diperluas secara bertahap sejak awal operasi.

"Masih dengan melakukan upaya penyelaman dan penyisiran. Per kemarin dari titik 0 sampai sekitar 600 meter, hari ini diperpanjang," jelasnya.

Ia menceritakan dugaan lokasi kejadian yang merupakan jalur harian korban saat dalam perjalanan pulang ke rumah.

"Pulang kerja. Kebetulan pegawai ASN Pemkot Bogor di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah," kata Dimas Tiko Prahadisasongko.

Ia menjelaskan kondisi teknis perlintasan jembatan yang diduga menjadi penyebab utama korban kehilangan kendali kendaraan.

"Ya, kalau kronologinya ini kan kalau dilihat kan memang jembatan jalur motor ya, memang turunannya ini agak cukup curam. Posisinya cuma kan sehari-hari memang beliau pulang perginya memang melalui jalur jembatan ini," ucapnya.

Ia membeberkan bukti-bukti fisik yang memperkuat dugaan bahwa korban terjatuh ke sungai di sekitar jembatan tersebut.

"Motornya ditemukan di atas tergeletak, terus helm dan tasnya itu ada di muka air sekitar 100 meter dari dugaan titik jatuh," ujarnya.

Ia menerangkan detail lokasi temuan barang-barang korban yang terapung di sungai tak jauh dari lokasi kejadian.

"Helm beserta tasnya itu ditemukan kurang lebih 100 meter di muka air, tidak jauh dari titik dugaan saudara kami ini jatuh," ujar Dimas Tiko Prahadisasongko.

Ia mengungkapkan penetapan radius prioritas pencarian yang dilakukan oleh tim penyisiran darat dan air.

"Sementara ini dari titik jatuh, radius yang kita prioritaskan kurang lebih 200 sampai dengan 300 meter," kata Dimas Tiko Prahadisasongko.

Ia menuturkan bahwa teknis penyelaman dilakukan untuk menjangkau beberapa area yang diperkirakan menjadi titik keberadaan korban.

“Pencarian hari ketiga terhadap saudara kita, Bayu, sudah mulai dilakukan tadi sekitar pukul 08.00 WIB. Teknik yang digunakan tetap sama, yakni melakukan penyelaman di beberapa lokasi yang diduga kuat korban masih berada di sekitar area tersebut,” ujar Dimas Tiko Prahadisasongko.

Ia melaporkan hasil penyisiran hingga Sabtu sore yang diperpanjang hingga melewati Jembatan Cipaku.

“Untuk perkembangannya, Tim SAR memperpanjang jalur penyisiran hingga ke Jembatan Cipaku. Jarak dari titik nol sampai ke Jembatan Cipaku itu kurang lebih 1,2 kilometer. Sampai dengan pukul 15.00 WIB saat ini memang belum ada tanda-tanda atau potensi dugaan keberadaan korban,” jelasnya.

Ia menegaskan status peristiwa tersebut masih berupa dugaan karena tidak ditemukannya saksi mata di lokasi kejadian.

“Yang pasti sampai dengan saat ini tidak ada saksi mata yang melihat langsung kejadian tersebut. Makanya statusnya masih ‘diduga terjatuh’,” kata Dimas Tiko Prahadisasongko.

Ia merinci skema penanganan tim penyelam saat melakukan penghentian sementara operasi pada Jumat petang.

“Tim merupakan personel gabungan dari Basarnas, Damkar, dan BPBD. Beragam metode kita lakukan, mulai dari penyelaman secara bergantian untuk menyisir lokasi-lokasi yang diduga cukup dalam dan memiliki sedongan atau celukan,” kata Dimas Tiko Prahadisasongko.

Ia memaparkan kendala utama yang dihadapi petugas SAR di dasar sungai selama proses pencarian berlangsung.

"Penyisiran juga diperpanjang hingga 300 sampai 400 meter dari titik nol. Namun memang hambatannya adalah di dasar sungai yang banyak tumpukan sampah,” jelasnya.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor, Taufik, turut mengonfirmasi kegiatan korban sebelum peristiwa terjadi.

"Pulang kerja. Kebetulan sebelumnya habis diskusi ya, rapat ya di internal bidang perpustakaan, nih pak Kabid-nya hadir untuk membahas agenda di hari Jumat, seperti itu," kata Taufik.

Sementara itu, Kapolsek Bogor Selatan Kompol Ihin Solihin menyampaikan komunikasi terakhir korban dengan pihak keluarga sebelum hilang.

"Bahwa korban ke keluarganya WA 'Saya pulang'. Karena mungkin keluarga ngecek ke sini, mungkin dikasih tahu 'saya jalur lewat sini'. Gitu," tutur Ihin Solihin.

Ia menegaskan kembali ketiadaan warga yang menyaksikan secara langsung detik-detik jatuhnya korban ke sungai.

"Yang jelas saksi mata tidak ada yang melihat," lanjut Ihin Solihin.

Ia menuturkan kondisi teknis kendaraan korban saat pertama kali ditemukan warga di ujung jembatan.

"(Menyala) Lampunya aja, berarti mesin mati ya. Kalau motor kopling, kalau dalam posisi masuk, pasti mati. Ya, cuma kalau kontaknya belum dimatiin, pasti lampu hidup," kata Ihin Solihin.

Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, menyampaikan empati mendalam dan terus memantau perkembangan pencarian korban.

"Kami prihatin atas peristiwa ini dan berharap saudara Bayu segera ditemukan," kata Dedie Rachim.

Ia memaparkan informasi awal yang diterimanya dari pihak BPBD terkait temuan barang-barang pribadi korban di lokasi.

"Laporan Kalak BPBD menyampaikan bahwa tidak ada saksi mata di lokasi saat kejadian, motor dalam kondisi berada di atas jembatan yang terlindungi pagar besi, namun helm dan laptop ditemukan di area Sungai Cisadane," ucap Dedie Rachim.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, juga meninjau langsung tempat kejadian dan mendatangi kediaman keluarga korban.

“Basarnas, BPBD, dan tim SAR gabungan dengan total personel 70 orang sampai detik ini belum ditemukan. Sambil kita cari dan menggali beberapa informasi tambahan dari masyarakat, dari saksi yang pertama kali melihat motor tergeletak di ujung jembatan,” kata Jenal Mutaqin.

Ia menambahkan pentingnya dukungan moral bagi keluarga korban serta langkah koordinasi lanjutan dengan pihak kepolisian.

“Saya sambil menyambangi keluarga, memberikan semangat dan menyampaikan rasa prihatin. Kita belum tahu kondisi hari ini yang bersangkutan, sehingga kami butuh informasi tambahan,” tutur Jenal Mutaqin.

Ia juga menjelaskan penanganan prosedur administrasi hukum jika pencarian belum membuahkan hasil.

"Tapi sambil pencarian tetap dijalankan. Kita tetap menjalankan tentu dengan SOP dan prosedur yang nanti kita koordinasikan dengan pihak kepolisian,” ucap Jenal Mutaqin.

Operasi pencarian akan dilanjutkan sesuai standar operasional prosedur (SOP) Basarnas yang menargetkan masa pencarian hingga maksimal tujuh hari.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed