Pendapatan Hotel Jakarta dan Bali Naik Saat Dolar AS Menguat
Pendapatan hotel di Jakarta dan Bali meningkat pada semester pertama 2026 seiring penguatan nilai tukar dolar AS. Kenaikan tarif sewa kamar menjadi faktor utama dalam mengimbangi pelemahan Rupiah yang mencapai Rp 17.899 pada akhir kuartal II 2026.
Vice President Investment Sales Hotels & Hospitality Group JLL Asia Pacific, Irina Chadsey menyatakan pendapatan hotel Jakarta tumbuh sekitar 5,4 persen year-on-year pada Januari sampai Juni 2026. Kenaikan ini juga didorong oleh tarif rata-rata harian kamar (ADR) yang naik hampir 7 persen.
"ADR (tarif hotel) tumbuh hampir 7 persen didukung oleh faktor (pelemahan) mata uang dan sebagai dampaknya (pendapatan hotel) secara umum meningkat sekitar 5,4 persen pada periode tahun berjalan hingga bulan Juni," ujar Irina dalam acara JLL Indonesia Media Briefing Jakarta Properti Market Overview 2Q 2026, Selasa (18/8/2026).
Irina menambahkan bahwa pariwisata di Jakarta semakin kuat berkat investasi infrastruktur yang didukung pemerintah. Kedatangan wisatawan ke Jakarta terus meningkat sejak 2026, dengan 1,2 juta wisatawan internasional naik 7 persen year-on-year, yang didorong oleh investasi perusahaan.
Wisatawan domestik mendominasi pasar pariwisata Jakarta dengan 98 persen dari total pengunjung. Pada kuartal II 2026, tidak ada pembangunan hotel baru sehingga jumlah kamar saat ini sekitar 59.642. Namun, diperkirakan ada tambahan sekitar 2.800 kamar dalam rentang 2026-2028.
Sementara itu, Bali mencatat penurunan wisatawan internasional sebesar 2,4 persen year-on-year pada Juni 2026. Selama semester awal, Bali dikunjungi 3,2 juta wisatawan lokal. Penurunan ini disebabkan oleh kenaikan harga energi global dan konflik di Timur Tengah.
Namun demikian, pelemahan nilai tukar Rupiah memungkinkan hotel di Bali untuk berkinerja baik dengan kenaikan tarif kamar sekitar 8,3 persen yang menyeimbangkan penurunan okupansi.
"Kinerja perdagangan tetap baik, nilai tukar yang lebih lemah memungkinkan hotel untuk menaikkan harga (sewa kamar)," kata Irina.
Jumlah kamar di Bali saat ini sekitar 49.000 dengan pasokan baru yang terbatas pada kuartal II 2026, menurut Irina.
Data ini dilansir dari Detikcom.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow