Pendapatan INET Q1 2026 Melonjak 3069 Persen
Laporan keuangan kuartal I 2026 yang mencatatkan lompatan kinerja keuangan memicu lonjakan harga saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) hingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) di Bursa Efek Indonesia pada Selasa, 18 Agustus 2026. Saham emiten penyedia infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi ini menguat 24,79 persen atau naik 58 poin untuk mengakhiri perdagangan di level Rp292 per saham. Aksi borong investor mendorong lonjakan tersebut setelah perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp383,6 miliar pada kuartal pertama tahun ini, atau melejit 3069,63 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada awal sesi perdagangan pukul 09.00 WIB, saham INET dibuka di harga Rp236 per saham dan sempat menyentuh harga terendah harian di Rp234 sebelum merangkak naik hingga ke level tertinggi Rp292.
Volume transaksi masif setelah jam makan siang mempertahankan posisi saham ini secara konsisten di atas Rp280, hingga ditutup pada harga tertingginya. Lonjakan harga saham ini mendongkrak nilai kapitalisasi pasar INET menjadi Rp6,53 triliun, meski rasio Price-to-Earnings (P/E) perseroan kini berada di level tinggi sebesar 103,31 kali.
INET mencatatkan yield dividen sebesar 0,014 persen dengan dividen Rp0,010 per saham, serta memiliki rentang harga pergerakan 52 minggu di kisaran Rp120,98 hingga Rp710 per saham. Selain laporan keuangan yang impresif, pergerakan positif emiten data center ini didorong oleh sentimen cerah pada sektor teknologi serta volume akumulasi yang tinggi dari para pelaku pasar.
Setelah penutupan perdagangan tersebut, saham INET diperkirakan akan menguji level resisten psikologis di Rp300, dengan area penopang terdekat di kisaran Rp280 dan Rp260.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow