Saham ERAA Melesat 7,98 Persen Didorong Pembelian Investor Asing
Harga saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) melonjak 7,98 persen ke level Rp460 per lembar pada perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026. Penguatan ini didorong oleh aksi beli bersih investor asing serta lonjakan kinerja keuangan perseroan sepanjang semester I-2026.
Berdasarkan data perdagangan yang dilansir dari Investor Daily, volume transaksi saham ERAA mencapai 234,66 juta saham dengan frekuensi 12.790 kali dan total nilai transaksi sebesar Rp105,2 miliar. Investor asing membukukan pembelian bersih senilai Rp45,18 miliar. Tren positif saham emiten ritel ini tercatat konsisten menguat sejak 30 Juli 2026, dengan kenaikan kumulatif mencapai 25,68 persen dalam sebulan terakhir seiring masuknya arus modal asing sejak 24 Juli 2026.
Lonjakan saham ini berbanding lurus dengan pertumbuhan finansial perseroan. Pada semester I-2026, Erajaya mencatatkan pendapatan sebesar Rp42,89 triliun, naik 22 persen dari periode yang sama tahun 2025 yang sebesar Rp35,05 triliun. Kenaikan omzet tersebut mendorong laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 38 persen menjadi Rp784,02 miliar, dari sebelumnya Rp568,29 miliar. Secara keseluruhan, laba periode berjalan perseroan mencapai Rp872,12 miliar, yang meningkatkan laba per saham dasar menjadi Rp50,09 dari Rp36 per saham.
Sektor penjualan telepon seluler dan tablet masih mendominasi pendapatan perseroan dengan kontribusi Rp32,45 triliun. Penjualan aksesoris dan lainnya menyumbang Rp6,30 triliun, segmen komputer dan elektronik konsumen mencatat Rp2,40 triliun, serta produk active dan lifestyle menyumbang Rp1,74 triliun. Peningkatan aktivitas usaha ini diikuti kenaikan beban penjualan dan distribusi menjadi Rp2,28 triliun serta beban umum dan administrasi menjadi Rp1,51 triliun. Hingga akhir Juni 2026, total aset ERAA naik menjadi Rp29,34 triliun dengan total ekuitas Rp10,94 triliun dan liabilitas Rp18,40 triliun.
Di tengah capaian kinerja tersebut, manajemen perseroan memfokuskan strategi pada penguatan bisnis dan efisiensi operasional.
"Kami terus menjaga keseimbangan antara upaya mendorong pertumbuhan dan penerapan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan tetap responsif terhadap perubahan kondisi pasar sekaligus menjaga fundamental bisnis yang sehat," kata Amelia Allen, Head of Legal Counsel & Corporate Affairs ERAA.
Pertumbuhan usaha ERAA juga didukung oleh ekspansi jaringan ritel dan diversifikasi ke segmen non-telepon seluler, seperti gerai gaya hidup JD Sports dan ASICS, lini makanan dan minuman Bacha Coffee serta Paris Baguette, hingga penetrasi ke sektor kendaraan listrik. Dari sisi kepemilikan, PT Eralink International memegang kendali mayoritas sebesar 55,17 persen saham, sementara pemegang saham asing mencakup HSBC Ltd-Singapore Branch Private Banking Division sebesar 3,45 persen, Albizia ASEAN Opportunities Fund 2,25 persen, Government of Norway 1,71 persen, Public Indonesia Select Fund 1,83 persen, dan Arisaig Asia Fund Limited 1,65 persen.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow