Peneliti Temukan Lamprey Vegetarian di K'gari Queensland

Smallest Font
Largest Font

Spesies unik Australian brook lamprey (Mordacia praecox) terdeteksi di Pulau K'gari, Queensland, Australia. Hewan air purba ini ditemukan hidup jauh di utara dari habitat aslinya yang lebih dingin, dilansir dari Detik iNET.

Dr Luke Carpenter-Bundhoo dari Griffith University mengidentifikasi hewan mirip belut ini saat mengevaluasi dampak kebakaran besar Australia 2019–2020. Penemuan tersebut mengejutkan karena spesies ini sempat dianggap punah di kawasan asalnya.

"Saya tahu bahwa yang kami temukan adalah lamprey, dan pikiran pertama saya adalah, 'Mereka ngapain ada di sini?'," kata Carpenter-Bundhoo.

Tidak seperti mayoritas lamprey yang hidup sebagai parasit pengisap darah, kelompok ini memakan alga serta bakteri. Walau bergaya hidup vegetarian, mereka tetap memiliki struktur mulut melingkar dengan gigi tajam.

"Spesies ini sebelumnya dianggap sudah punah di wilayah asalnya, dan sekarang Queensland mungkin menjadi satu-satunya tempat di mana spesies ini masih ada," kata Carpenter-Bundhoo.

Gigi tajam pada spesies non-parasit ini diduga sebagai organ vestigial yang fungsinya berkurang seiring evolusi. Para ilmuwan masih meneliti alasan evolusi belum menghilangkan struktur gigi pembentuk tersebut secara penuh.

"Gigi-gigi itu vestigial, seperti usus buntu," kata Carpenter-Bundhoo.

Proses evolusi hewan purba ini diprediksi masih berlangsung. Peneliti menduga adanya potensi persilangan antara varian parasit dan non-parasit yang berbagi habitat pada fase awal pertumbuhan.

"Kita mungkin menangkap mereka tepat di tengah proses evolusi," kata Carpenter-Bundhoo.

Eksplorasi lanjutan di perairan Queensland mengungkap keberadaan lima populasi lamprey dari sedikitnya tiga spesies berbeda. Makhluk yang telah mendiami bumi sekitar 485 juta tahun ini diketahui mampu bertahan di air hangat hingga kawasan Rockhampton.

Keberadaan hewan ini tersembunyi karena mereka menghabiskan masa hidup di dalam pasir dasar sungai. Kondisi air berpasir yang terpengaruh vegetasi pohon tea tree menjadi syarat utama kelangsungan hidup populasi langka tersebut.

"Mempelajari DNA lamprey seperti melihat versi awal buku petunjuk vertebrata, sebelum ratusan juta tahun perubahan evolusioner," kata Carpenter-Bundhoo.

Fragmentasi habitat serta ukuran populasi yang kecil meningkatkan risiko kepunahan tersembunyi bagi satwa langka ini. Konservasi mendesak diperlukan sebelum kerusakan ekosistem sungai menghilangkan keberadaan mereka sepenuhnya.

"Kita tidak bisa melindungi sesuatu yang tidak kita ketahui," kata Carpenter-Bundhoo.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed